Bangkok, NU Online
Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) untuk pertama kalinya berpartisipasi dalam MEGA HALAL Bangkok 2026 melalui Nahdlatul Ulama Halal Center (NU-HAC) yang berada di bawah naungan Sharia Global Services (SGS). Keikutsertaan tersebut menjadi langkah strategis PBNU untuk memperkuat posisi Indonesia dalam ekosistem industri halal global sekaligus memperkenalkan layanan halal yang dikembangkan NU kepada pasar internasional.
MEGA HALAL Bangkok 2026 berlangsung pada 15–17 Juli 2026 di Queen Sirikit National Convention Center (QSNCC), Bangkok, Thailand. Memasuki penyelenggaraan tahun kedua, pameran ini menargetkan lebih dari 300 peserta pameran, 15.000 pengunjung bisnis, serta partisipasi dari lebih dari 70 negara dan kawasan.
Dalam ajang tersebut, NU-HAC membuka stan pameran untuk memperkenalkan layanan sertifikasi halal, pengembangan ekosistem halal, serta berbagai produk dan layanan yang dikembangkan melalui SGS. Keikutsertaan ini juga dimanfaatkan untuk membangun jejaring bisnis, menjalin kemitraan strategis dengan para pemangku kepentingan internasional, serta mempelajari praktik-praktik terbaik dalam pengembangan ekonomi syariah global.
Ketua PBNU H Ulil Abshar Abdalla mengatakan, keikutsertaan PBNU dalam MEGA HALAL Bangkok 2026 menjadi momentum awal untuk memperluas kiprah NU di pasar halal internasional.
"Ini merupakan pertama kalinya PBNU mengikuti MEGA HALAL Bangkok bersama NU Halal Center (NU-HAC). Kami juga membuka stan untuk memperkenalkan berbagai layanan dan produk halal yang dimiliki NU kepada pasar halal internasional. Kami berharap ini menjadi langkah awal agar NU-HAC sekaligus ekosistem halal Indonesia semakin kuat dan terus berkembang," ujar Ulil.
Sementara itu, Sekretaris NU-HAC Ahmad Rifqy menilai pameran internasional tersebut menjadi ruang penting untuk memperkuat pengakuan dunia terhadap sistem sertifikasi halal Indonesia.
"Kami berharap ke depan Mega Halal Expo juga dapat diselenggarakan di Indonesia. NU-HAC tidak hanya ingin menghadirkan logo halal, tetapi juga mendorong agar sistem sertifikasi halal yang kami bangun memperoleh pengakuan secara global," katanya.
Direktur Lakpesdam PBNU Asrul Raman menambahkan, MEGA HALAL Bangkok merupakan salah satu pameran halal terbesar di kawasan yang membuka peluang bagi NU-HAC untuk memperluas jangkauan layanannya.
"Ini adalah pameran yang sangat besar. Kami berharap momentum ini menjadi sarana promosi yang efektif bagi layanan NU-HAC sehingga semakin dikenal oleh mitra dan pelaku industri halal dari berbagai negara. Ajang ini juga memberikan peluang besar bagi SGS dan NU-HAC untuk memperluas jangkauan layanannya," ujarnya.
MEGA HALAL Bangkok menampilkan empat sektor utama industri halal, yakni Food & Beverage, Wellness & Health, Beauty, dan Fashion. Pameran tersebut menghadirkan beragam produk, inovasi, dan layanan halal dari Thailand, Indonesia, Malaysia, Tiongkok, Jepang, Korea Selatan, Bangladesh, serta sejumlah negara lainnya.
Seiring meningkatnya populasi Muslim dunia dan kesadaran konsumen terhadap produk halal berkualitas, nilai ekonomi halal global diproyeksikan mencapai US$3,2 triliun pada 2026 dengan potensi pasar lebih dari 2 miliar konsumen Muslim di seluruh dunia.
Kondisi tersebut menjadikan MEGA HALAL Bangkok sebagai salah satu forum strategis untuk memperkuat kolaborasi internasional dalam membangun industri halal yang inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan.

9 jam yang lalu
4




English (US) ·
Indonesian (ID) ·