Jakarta, NU Online
Pesantren Luhur Ciganjur turut memeriahkan Hari Lahir (Harlah) Ke-23 NU Online dengan menggelar syukuran berupa pemotongan tumpeng di sela rangkaian Halaqah Pra-Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pesantren Luhur Ciganjur, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Sabtu (4/7/2026).
Pemotongan tumpeng secara simbolis dilakukan oleh Pengasuh Pesantren Luhur Ciganjur, KH Arif Rahman Hamid. Potongan tumpeng pertama kemudian diserahkan kepada Direktur Utama NU Online, Hamzah Sahal.
Ketua Alumni Pesantren Luhur Ciganjur, H Syaifullah Amin, mengatakan tumpeng tersebut disiapkan sebagai bentuk rasa syukur atas perjalanan NU Online yang telah memasuki usia ke-23 tahun.
Ia menjelaskan, tumpeng itu juga dihiasi ucapan selamat ulang tahun bagi NU Online beserta tema Harlah Ke-23 NU Online, "23 Tahun Melesat Bersama".
"Saya sudah menyiapkan tumpengnya. Ada tulisan 'Selamat Ulang Tahun NU Online Ke-23' dengan jingle Melesat Bersama. Kita siapkan tumpeng untuk NU Online. Nanti dipotong dan bagian pertama akan diberikan kepada Bapak Hamzah Sahal," katanya saat memberikan sambutan.
Syaifullah juga mengenang besarnya kontribusi generasi kedua santri Pesantren Luhur Ciganjur dalam perjalanan NU Online.
"Sebenarnya teman-teman di Ciganjur itu menopang NU Online di generasi kedua. Kenapa saya katakan generasi kedua? Karena di sini ada Mas Savic selaku generasi pertama," katanya.
Ia menyebut sekitar 80 persen pengelola NU Online pada generasi kedua berasal dari kalangan santri Pesantren Luhur Ciganjur, mulai dari bidang redaksi hingga keagamaan.
NU Online genap berusia 23 tahun pada 11 Juli 2026. Redaktur Eksekutif NU Online, Mahbib Khoiron, mengatakan selama 23 tahun berkhidmah, NU Online tidak hanya memperluas jangkauan pembaca, tetapi juga membangun ekosistem platform digital serta merawat jejaring penulis dan mitra dari pesantren di berbagai daerah.
"Atas dasar itulah, dalam usia 23 tahun berkhidmah ini kami mengusung tema Melesat Bersama," ujar Mahbib kepada NU Online, Rabu (8/7/2026).
Menurut Mahbib, transformasi teknologi dan perluasan jangkauan yang berhasil dicapai NU Online merupakan buah kolaborasi antara pesantren, struktur Nahdlatul Ulama, warga NU, serta jutaan pembaca, pengguna aplikasi, pengikut media sosial, dan pelanggan kanal digital NU Online.
"Alhamdulillah, atas kontribusi dan peran berbagai pihak, NU Online terus tumbuh menjadi salah satu media Islam terbesar di Indonesia, baik melalui situs web, aplikasi, maupun konten kreatif di media sosial," katanya.

7 jam yang lalu
2




English (US) ·
Indonesian (ID) ·