Kapal Angkut Puluhan WNI Tenggelam di Perairan Malaysia

1 jam yang lalu 2

Jakarta, CNN Indonesia --

Sebuah kapal yang membawa 37 orang, termasuk 23 warga negara Indonesia (WNI), tenggelam di perairan Pulau Pangkor, Perak, Malaysia, pada Senin (11/5).

Dua puluh tiga WNI tersebut berhasil diselamatkan, sementara 14 orang lainnya belum ditemukan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kepala Badan Penegakan Maritim Malaysia (MMEA) Perak, Mohamad Shukri Khotob, mengatakan pihaknya menerima laporan mengenai korban terapung di laut pada Senin sekitar pukul 05.30 waktu setempat dari seorang nelayan.

MMEA lantas mengaktifkan operasi pencarian dan penyelamatan (SAR) dengan mengerahkan dua kapal ke lokasi tersebut. Operasi ini berkoordinasi dengan Kepolisian Maritim, Angkatan Laut Kerajaan Malaysia, dan komunitas nelayan setempat.

"Sebuah kapal nelayan setempat berhasil menyelamatkan 23 korban, terdiri dari 16 pria dan tujuh perempuan, dan seluruhnya telah diserahkan kepada pihak berwenang untuk penyelidikan lebih lanjut di Markas Besar Kepolisian Distrik Manjung," katanya, seperti dikutip Bernama.

Mohamad Shukri berujar hasil penyelidikan awal menunjukkan para WNI berangkat dari Kota Kisaran, Sumatra Utara, pada 9 Mei lalu.

"Investigasi awal menemukan bahwa mereka semua diyakini berangkat dari Kisaran, Indonesia, pada 9 Mei menuju Malaysia, dengan beberapa tujuan yang diyakini termasuk Penang, Terengganu, Selangor, dan Kuala Lumpur," lanjut Mohamad Shukri.

Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) mengonfirmasi bahwa puluhan WNI menjadi korban kecelakaan kapal di perairan Malaysia pada Senin.

Direktur Pelindungan Warga Negara Indonesia Kemlu RI Heni Hamidah mengatakan para WNI diduga hendak memasuki Negeri Jiran untuk tujuan bekerja.

"Otoritas SAR dan Polis Maritim Malaysia telah menyelamatkan 23 WNI yang terdiri dari 16 laki-laki dan 7 perempuan, berusia antara 21 hingga 48 tahun. Seluruh korban selamat telah dibawa ke Markas Operasi Pasukan Polis Marin Kampung Acheh, Perak, untuk penanganan lebih lanjut," kata Heni dalam keterangan tertulis, Selasa (12/5).

Banner Microsite Haji 2026

Heni berujar otoritas Malaysia saat ini masih melanjutkan operasi pencarian terhadap 14 penumpang lain yang masih hilang.

"KBRI Kuala Lumpur telah berkoordinasi dengan Polis Maritim Malaysia terkait penanganan para WNI korban kecelakaan. KBRI juga akan memberikan fasilitasi kekonsuleran dan dokumen perjalanan bagi para WNI sesuai kebutuhan," demikian pernyataan Heni.

(blq/bac)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Baca Artikel Selengkapnya