Jakarta (ANTARA) - Perusahaan penyedia konektivitas PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) menyatakan bersiap untuk memacu ekspansi strategis yang terukur, sebagai upaya memperkuat posisi dalam ekosistem digital Indonesia.
Ekspansi perseroan akan didorong oleh lonjakan trafik data, akselerasi transformasi digital lintas sektor, serta adopsi teknologi mutakhir seperti Wi-Fi 7, 5G, cloud computing, hingga Kecerdasan Buatan (AI).
Direktur Utama INET Muhammad Arif dalam keterangan resmi di Jakarta, Jumat, menjelaskan bahwa keberhasilan melewati tahun 2025 dengan fokus pada konsolidasi strategis pasca IPO, telah menempatkan perseroan pada posisi kokoh.
"Kami memandang tahun 2025 bukan semata sebagai tahun pertumbuhan, melainkan sebagai momentum penguatan fondasi operasional dan tata kelola. Penguatan jaringan domestik dan penyelesaian jaringan ring Jabodetabek kini menjadi modal penting bagi INET untuk merespons peluang pasar secara lebih cepat, andal, dan efisien," ujar Arif.
Arif menjelaskan, salah satu tonggak strategis perseroan pada 2026 yaitu penguatan jalur konektivitas internasional untuk memenuhi kebutuhan para penyedia jasa internet atau Internet Service Provider (ISP) dan pelanggan korporasi.
Melalui entitas anak PT Pusat Fiber Indonesia (PFI), perseroan telah menjalin kerja sama strategis dengan PT Jejaring Mitra Persada (JMP) dalam pengembangan Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) yang menghubungkan Jakarta-Batam-Singapura.
Melalui perjanjian Indefeasible Right of Use (IRU), PFI memperoleh hak penggunaan infrastruktur kabel bawah laut pada jalur Rising-8, khususnya segmen Tanjung Pinggir (Batam)-Tanah Merah (Singapura).
“Langkah ini memperkuat portofolio layanan unggulan INET, antara lain layanan IP Transit Internasional dan International Private Leased Circuit (IPLC) yang menyediakan rute konektivitas global stabil, aman, dan berkapasitas besar, serta Exchange Content (Peering dan Content Delivery) yang menawarkan distribusi konten lokal maupun internasional dengan latensi rendah guna meningkatkan user experience,” ujar Arif.
Di dalam negeri, perseroan melihat potensi fixed broadband yang masih terbuka lebar, terutama di kota-kota lapis kedua dan ketiga (layer 2 and 3) serta kawasan sub-urban yang belum terlayani secara optimal.
Demi mendukung ekspansi jaringan secara masif, perseroan telah mengakuisisi PT Personel Alih Daya Tbk (PADA) yaitu perusahaan penyedia jasa tenaga kerja teknis dan managed services dengan kelolaan mencapai 35.000 karyawan.
Adapun, Integrasi PADA ke ekosistem perseroan menjadi tulang punggung pemenuhan kebutuhan sumber daya manusia (SDM) instalasi dan pemeliharaan jaringan FTTH, mulai dari Pulau Jawa, Bali, Lombok, hingga Kalimantan Barat.
Kemudian, melalui entitas anak PT Garuda Prima Internetindo (GPI), perseroan mengembangkan layanan FTTH berbasis Wi-Fi 7 di wilayah strategis Bali, Lombok, dan Kalimantan Barat.
“Layanan ini membidik pengguna akhir (end-user) dengan keunggulan kecepatan ultra-tinggi, stabilitas koneksi, latensi rendah, serta kemampuan mendukung ekosistem smart home modern,” ujar Arif.
Di segmen Korporat dan ISP atau Business-to-Business (B2B), perseroan menggunakan pendekatan offline dan relationship-based marketing serta direct selling, yang memposisikan diri sebagai mitra jangka panjang melalui penyediaan infrastruktur interkoneksi pusat data, kolokasi, local loop, dan Network Access Provider (NAP) yang didukung layanan purna jual (after-sales service) responsif 24/7.
Di segmen konsumen Business-to-Consumer (B2C), perseroan mengandalkan kampanye digital yang agresif, edukasi pasar terkait keunggulan Wi-Fi-7, serta program promosi potongan harga terstruktur untuk mendorong adopsi massal.
Demi menjaga keharmonisan ekosistem bisnis dan menghindari persaingan langsung dengan para mitra (ISP), perseroan memisahkan seluruh transaksi layanan untuk end-user (korporasi, enterprise, dan instansi pemerintah via e-catalog/LKPP) melalui entitas anak terpisah, PT Data Prima Solusindo.
"Langkah pemisahan ini memastikan mitra B2B kami tetap nyaman berbisnis dengan INET karena tidak ada benturan kepentingan di lapangan. Kami tumbuh bersama industri," ujar Arif.
Baca juga: INET akan bangun jaringan serat optik sepanjang 430 km di Jabodetabek
Baca juga: INET gandeng WIFI perluas pemasaran jaringan internet di Jawa Barat
Pewarta: Muhammad Heriyanto
Editor: Ahmad Wijaya
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.









English (US) ·
Indonesian (ID) ·