Surabaya, Jawa Timur (ANTARA) - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jawa Timur menyebutkan perkembangan pasar modal di Jawa Timur dalam tren positif dengan peningkatan jumlah investor, total transaksi, kepemilikan saham, hingga industri securities crowdfunding.
“Terdapat kepercayaan investor Jawa Timur terhadap pasar saham nasional yang masih terjaga,” kata Kepala OJK Jatim Yunita Linda Sari di Surabaya, Jumat.
Dari sisi basis investor, jumlah Single Investor Identification (SID) terus meningkat yakni SID saham mencapai 1.205.606 SID tumbuh 39,48 persen (yoy), SID Surat Berharga Negara (SBN) mencapai 193.665 SID meningkat 18,09 persen (yoy), dan SID reksa dana sebanyak 2.252.901 SID tumbuh 32,64 persen (yoy).
Yunita menuturkan peningkatan tersebut mencerminkan transformasi perilaku masyarakat Jawa Timur yang semakin sadar investasi, didukung oleh digitalisasi layanan keuangan, dan peningkatan literasi.
“Ini menunjukkan bahwa investor di Jawa Timur semakin matang dalam menentukan pilihan investasi,” ujarnya.
Dari sisi aktivitas perdagangan saham, nilai transaksi beli pada Januari 2026 tercatat Rp37,2 miliar atau melonjak 225,91 persen (yoy) mencerminkan meningkatnya kepercayaan investor terhadap pasar saham.
Hal itu didorong kondisi pasar yang lebih bullish, potensi imbal hasil yang menarik, serta meningkatnya partisipasi investor ritel.
Sejalan dengan itu, nilai transaksi jual mencapai Rp35,54 miliar dengan pertumbuhan 224,35 persen (yoy) mencerminkan tingginya aktivitas perdagangan di pasar saham seiring meningkatnya minat investor dan kondisi pasar yang lebih kondusif.
Secara keseluruhan, total transaksi saham pada Januari 2026 tercatat sebesar Rp72,74 miliar, tumbuh signifikan 225,15 persen (yoy) dibandingkan Januari 2025 sebesar Rp22,37 miliar.
Faktor lain yang turut berperan adalah kemudahan akses melalui platform digital yang memungkinkan investor untuk bertransaksi secara cepat dan efisien.
Selanjutnya juga didukung oleh peningkatan literasi keuangan, investor kini tidak hanya berpartisipasi tetapi juga lebih aktif dalam melakukan strategi investasi dan trading.
Dari sisi kepemilikan saham, nilai kepemilikan saham pada Februari 2026 tercatat sebesar Rp159,28 miliar atau meningkat 73,82 persen (yoy) didukung membaiknya sentimen pasar, kondisi ekonomi yang relatif stabil, serta meningkatnya kepercayaan investor,
Selain itu, kemudahan akses melalui platform digital dan peningkatan literasi keuangan turut mendorong investor untuk menambah kepemilikan saham mereka.
Nilai penjualan reksa dana pada Desember 2025 tercatat sebesar Rp4,9 miliar tumbuh 154,60 persen (yoy) dorong oleh membaiknya kondisi pasar, penurunan tekanan suku bunga, serta meningkatnya minat investor terhadap instrumen yang dikelola secara profesional.
Dari sisi jumlah nasabah, pertumbuhan signifikan terlihat pada segmen institusi yang meningkat 73,26 persen sepanjang 2025 yang menunjukkan semakin besarnya kepercayaan investor institusional terhadap reksa dana sebagai instrumen pengelolaan dana.
Sementara itu, jumlah nasabah perorangan juga terus meningkat secara konsisten meskipun laju pertumbuhannya mulai melambat pada 2025 sehingga menandakan penetrasi investor ritel di Jawa Timur mulai memasuki fase yang lebih matang.
Pada segmen Securities Crowdfunding (SCF), hingga Februari 2026 di Jatim tercatat sebanyak 34 penerbit dengan jumlah pemodal mencapai 7.938 investor.
Total penghimpunan dana melalui SCF mencapai Rp61,7 miliar dengan sektor primary consumer goods menjadi sektor dengan penghimpunan dana terbesar.
Yunita menambahkan, secara keseluruhan perkembangan pasar modal di Jawa Timur menunjukkan pemulihan dan pertumbuhan yang kuat setelah sempat mengalami tekanan pada periode sebelumnya.
“Hal ini mencerminkan meningkatnya kepercayaan investor, kebutuhan diversifikasi portofolio, serta semakin pentingnya instrumen investasi yang fleksibel dan mudah diakses di tengah perkembangan ekosistem digital keuangan,” kata Yunita.
Baca juga: OJK pantau ketat sembilan BPR Jatim untuk penuhi modal inti
Baca juga: OJK dukung penguatan daya saing BPR di Jatim lewat konsolidasi
Pewarta: Astrid Faidlatul Habibah
Editor: Ahmad Wijaya
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.









English (US) ·
Indonesian (ID) ·