Jakarta, CNN Indonesia --
Pemimpin Partai Yashar, Gadi Eisenkot, mengeklaim kemenangan atas pemilu Israel yang digelar pada Selasa (27/10).
Menurut laporan sejumlah media Israel, hasil exit poll menunjukkan blok partai Eisenkot unggul dengan perolehan suara 53-50 atau 52-50 atas blok Perdana Menteri petahana Benjamin Netanyahu.
Meski demikian hasil awal itu belum dapat dipastikan lantaran dalam perhitungan langsung, Netanyahu tercatat sedikit mengungguli Eisenkot dengan perolehan 24-22, 25-23, atau 25-21.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Masing-masing kubu membutuhkan 61 kursi di parlemen untuk membentuk pemerintahan mayoritas.
Dilansir Al Jazeera, Eisenkot menyatakan bahwa hasil exit poll tersebut mencerminkan "kurangnya kepercayaan" terhadap Netanyahu. Eisenkot pun langsung berjanji bakal segera membentuk pemerintahan baru.
Pemimpin oposisi saat ini, Yair Lapid, juga menyuarakan sentimen yang sama.
"Jangan biarkan siapa pun membingungkanmu. Blok Netanyahu telah mengalami kekalahan telak. Ini adalah kehancuran total, dan masyarakat telah meminta mereka untuk pulang," kata Yair Lapid.
Para pemilih dari kelompok Arab juga menyambut baik hasil sementara tersebut, sementara para pendukung partai sayap kanan sekutu Netanyahu mengungkapkan kekecewaan mereka.
Menteri Luar Negeri Israel sekaligus anggota Partai Likud Netanyahu, mengatakan perayaan yang dilakukan kubu oposisi terlalu dini.
Dua jam setelah hasil exit poll dirilis, Netanyahu belum memberikan pernyataan apa pun kepada publik. Netanyahu telah menjabat sebagai perdana menteri selama hampir 19 tahun dalam 30 tahun terakhir.
Hasil pemilu sementara diperkirakan bakal muncul dalam beberapa jam ke depan, sementara hasil akhir diperkirakan akan keluar dalam beberapa hari mendatang.
Dikutip AP News, hasil yang tidak meyakinkan ini disebut bakal membuat Israel berada dalam ketidakpastian politik. Hasil ini juga memungkinkan Netanyahu untuk tetap berkuasa dalam kapasitas sementara, sementara partai-partai mencoba membentuk koalisi pemerintahan.
Ini menjadi pemilu nasional pertama di Israel pasca-serangan Hamas pada 7 Oktober 2023 yang memicu agresi Israel di Jalur Gaza.
(dna)

38 menit yang lalu
1






English (US) ·
Indonesian (ID) ·