TEHERAN — Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, menyerukan pemenuhan syarat-syarat yang diajukan Teheran untuk mengakhiri perang pada Selasa (27/10/2026). Ia juga menekankan pentingnya kendali atas Selat Hormuz dan pengakhiran status "tidak perang maupun damai" yang berlangsung saat ini.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam pertemuan dengan Sekretaris Dewan Pertimbangan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Mayor Jenderal Mohsen Rezaei. Dalam pertemuan tersebut, Rezaei menyampaikan laporan mengenai situasi keamanan negara serta pekerjaan yang sedang berlangsung di beberapa sektor, sebagaimana dilaporkan IRNA.
Khamenei menekankan perlunya memperjuangkan hak dan kepentingan rakyat Iran serta front perlawanan. Langkah ini dilakukan dengan memastikan terpenuhinya beragam kondisi yang telah digariskan oleh para pejabat Iran untuk mengakhiri konflik.
Ia juga mengungkapkan, kendali atas Selat Hormuz merupakan sarana untuk menjaga keamanan nasional dan regional, di samping memperkuat hubungan dengan negara-negara tetangga berdasarkan kepentingan bersama yang langgeng.
Pertemuan tersebut menyusul pembicaraan keamanan empat pihak di Teheran pada Senin yang melibatkan para pejabat senior Iran, Arab Saudi, Turki, dan Pakistan. Para peserta sepakat untuk melanjutkan diskusi mengenai perdamaian dan keamanan regional di tengah upaya diplomatik untuk mencegah eskalasi militer terulang kembali.
Khamenei menggambarkan Dewan Pertimbangan Keamanan Nasional Tertinggi beserta sekretariatnya sebagai "persimpangan pembuatan kebijakan." Ia menekankan keterkaitan antara keputusan budaya, politik, ekonomi, dan keamanan.
Rezaei menggambarkani kebijakan strategis Iran dalam "membentuk tatanan dan pengaturan regional yang berasal dari dalam" (endogenous regional arrangements and order)—sebuah kerangka kerja keamanan yang lahir dari dalam wilayah itu sendiri.

55 menit yang lalu
1





English (US) ·
Indonesian (ID) ·