Rusia Lepas Puluhan Ton Emas, China Justru Membeli, Apa Dampaknya bagi Harga Emas Dunia?

39 menit yang lalu 4

JAKARTA -- Rusia dan China menunjukkan arah berbeda dalam pengelolaan cadangan emas nasional. Ketika Moskow mengurangi kepemilikan logam mulianya hingga sekitar 62 ton sepanjang sembilan bulan pertama 2026, Beijing justru mempercepat pembelian emas untuk menambah cadangan internasionalnya. Perbedaan langkah kedua negara tersebut menarik perhatian di tengah gejolak harga emas dunia, ketidakpastian geopolitik, dan perubahan kebijakan moneter Amerika Serikat.

Data Bank Sentral Rusia yang dilaporkan kantor berita Interfax pada Selasa (20/10/2026) menunjukkan cadangan emas moneter Rusia menyusut sekitar 6 ton sepanjang September 2026. Dengan penurunan tersebut, total pengurangan cadangan emas Rusia sejak awal tahun mencapai sekitar 62 ton, sehingga kepemilikan emas moneternya tersisa sekitar 2.260 ton pada 1 Oktober 2026.

Pada 1 Oktober 2026, cadangan emas Rusia tercatat sekitar 72,8 juta troy ons atau setara dengan kurang lebih 2.260 ton. Nilai keseluruhannya mencapai 301,6 miliar dolar AS, berdasarkan perhitungan Bank Sentral Rusia.

Secara fisik, volume emas tersebut turun sekitar 0,3 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Namun, nilai cadangan dalam dolar AS merosot lebih dalam, yakni sekitar 9,6 persen. Perbedaan tersebut mencerminkan pengaruh perubahan jumlah emas sekaligus pergerakan harga logam mulia di pasar internasional.

Pengurangan cadangan emas Rusia menjadi perhatian karena negara tersebut selama bertahun-tahun dikenal sebagai salah satu pemilik cadangan emas terbesar di dunia.

Laporan Euronews yang diterbitkan pada Ahad (25/10/2026) dan diperbarui sehari kemudian menyebut penyusutan cadangan emas Rusia sepanjang tahun ini termasuk yang paling menonjol dalam sejarah modern negara tersebut.

Euronews membandingkannya dengan situasi krisis keuangan Rusia pada 1998, ketika negara itu pernah melepas sekitar 118 ton emas dari cadangannya dalam waktu tiga bulan.

Meski demikian, Rusia masih mempertahankan cadangan emas yang sangat besar. Jumlah sekitar 2.260 ton pada awal Oktober menunjukkan bahwa pengurangan selama sembilan bulan terakhir hanya mencakup sebagian kecil dari keseluruhan kepemilikan emas moneternya.

Mengapa Rusia Mengurangi Cadangan Emas?

Pengurangan cadangan emas Rusia berkaitan dengan mekanisme pengelolaan keuangan negara, termasuk operasi Kementerian Keuangan melalui Dana Kesejahteraan Nasional atau National Wealth Fund.

Gubernur Bank Sentral Rusia Elvira Nabiullina menjelaskan penyebab berkurangnya cadangan emas negara tersebut dalam konferensi pers pada 11 September 2026. Sebagaimana dilaporkan Interfax pada 18 September, Nabiullina menyatakan bahwa penurunan cadangan emas terutama berkaitan dengan operasi Kementerian Keuangan menggunakan aset Dana Kesejahteraan Nasional atau National Wealth Fund, sesuai mekanisme aturan fiskal Rusia.

Nabiullina juga menyebut emas digunakan untuk pembuatan koin, tanpa merinci jumlahnya. Ia menegaskan bahwa Bank Sentral Rusia tidak mengungkap informasi tambahan mengenai transaksi emas yang dilakukannya.

Rusia sebelumnya merupakan salah satu pembeli emas terbesar di antara bank-bank sentral dunia. Menurut Interfax, Bank Sentral Rusia secara aktif meningkatkan cadangan emas sepanjang 2014 hingga 2019, bahkan termasuk yang terbesar secara global dalam volume pembelian selama periode tersebut.

Namun, pada musim semi 2020, Bank Sentral Rusia mengumumkan penghentian sementara pembelian emas. Setelah keputusan itu, perubahan jumlah emas dalam cadangan internasional Rusia relatif terbatas selama beberapa tahun, umumnya berkisar 0,1 juta troy ons atau sekitar 3,1 ton.

Perkembangan sepanjang 2026 menunjukkan perubahan pola tersebut, ketika cadangan emas Rusia terus menyusut. Kendati demikian, penurunan jumlah fisik emas tidak dengan sendirinya menjelaskan seluruh mekanisme transaksi maupun tujuan akhir penggunaan aset yang dialihkan.

China Justru Menambah Cadangan Emas

Berbeda dengan Rusia, Bank Sentral China atau People's Bank of China (PBoC) terus meningkatkan kepemilikan emasnya. World Gold Council dalam laporan bertanggal 15 Oktober 2026 mencatat PBoC membeli tambahan 23 ton emas pada September. Jumlah tersebut merupakan pembelian bulanan terbesar sejak Oktober 2023.

Pembelian sepanjang kuartal ketiga 2026 mencapai 63 ton, menjadi akumulasi kuartalan terbesar sejak kuartal ketiga 2023. Dengan tambahan itu, cadangan emas resmi China meningkat menjadi sekitar 2.410 ton pada akhir September. Nilainya mencakup sekitar 8,5 persen dari total cadangan internasional negara tersebut.

World Gold Council juga mencatat China telah menambah 103 ton emas sejak awal 2026 hingga akhir September. Bank sentral negara tersebut menjadi salah satu pembeli emas paling aktif secara global.

Pembelian pada September sekaligus memperpanjang periode akumulasi emas resmi China menjadi 23 bulan berturut-turut. Perkembangan tersebut menunjukkan konsistensi Beijing dalam memperbesar porsi logam mulia pada cadangan internasionalnya.

Emas merupakan salah satu aset cadangan yang memiliki karakteristik berbeda dibandingkan obligasi maupun simpanan mata uang asing. Logam mulia tidak memberikan pendapatan bunga, tetapi juga tidak bergantung pada kemampuan penerbit surat utang untuk melakukan pembayaran.

Karakteristik tersebut membuat emas tetap memiliki peran dalam diversifikasi cadangan internasional berbagai bank sentral. Namun, pembelian oleh bank sentral tidak selalu berjalan searah dengan permintaan emas masyarakat.

World Gold Council mencatat permintaan emas grosir di China sepanjang kuartal ketiga 2026 hanya mencapai sekitar 234 ton, turun 21 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pelemahan tersebut terutama berkaitan dengan menurunnya konsumsi perhiasan. Dengan demikian, pembelian emas oleh PBoC yang meningkat justru berlangsung ketika permintaan emas di sejumlah segmen pasar domestik China masih menghadapi tekanan.

Baca Artikel Selengkapnya