Jakarta, NU Online
Bulan Safar merupakan bulan kedua dalam penanggalan Hijriah. Di bulan ini, setidaknya ada enam peristiwa penting yang terjadi di dalamnya. Hal ini sebagaimana ditulis Ustadz Amien Nurhakim dalam artikel berjudul Peristiwa-Peristiwa Penting di Bulan Safar yang dikutip pada Jumat (17/7/2026).
Rasulullah, sebagaimana termaktub dalam Mandzumah Syarh al-Atsar fî mâ Warada ‘an Syahri Safar, melakukan sejumlah aktivitas penting di bulan Safar. Sebab, hal tersebut dilakukan guna menggugurkan anggapan negatif orang-orang pada masa Jahiliah.
Adapun enam peristiwa yang dimaksud adalah sebagai berikut.
1. Pernikahan Rasulullah dengan Khadijah
Bulan Safar menjadi waktu pernikahan pertama Rasulullah saat berusia 25 tahun dengan Sayyidah Khadijah. Pernikahan ini berlangsung tanpa poligami. Dari pernikahan ini, lahir Fatimah yang kemudian menjaga garis keturunan Nabi Muhammad.
Pernikahan Nabi Muhammad dengan Sayyidah Khadijah al-Kubra berlangsung sebelum datang wahyu dari Allah (sebelum masa kenabian).
2. Pernikahan Fatimah dan Ali
Bulan Safar juga menjadi waktu Rasulullah menikahkan Sayyidah Fatimah dengan Ali bin Abi Thalib. Pasangan ini menurunkan dzuriyah Rasulullah hingga saat ini melalui kedua cucu Nabi, yakni Hasan dan Husein.
Fatimah menikah di usia 15 tahun dan 5 bulan. Pernikahan mereka berlangsung sederhana, mencerminkan nilai tinggi yang mereka tempatkan pada kerendahan hati.
3. Rasulullah hijrah dari Makkah ke Madinah
Hijrahnya Rasulullah pada akhir bulan Safar di goa al-Hajar sebagaimana para ulama sebutkan dalam berbagai kitab. Ada juga yang mengatakan Rabiul awal.
4. Mengirim utusan ke Rum
Rasulullah mengutus Usamah bin Zaid kepada pimpinan prajurit Rum tahun 11 Hijriah, itu terjadi beberapa hari pra-wafatnya Rasulullah. Keberhasilan pasukan utusan didapat setelah Rasulullah wafat. Peristiwa ini tidak disebutkan Habib Abu Bakar al-‘Adni dalam Kitab Mandzumah Syarh al-Atsar fî mâ Warada ‘an Syahri Safar.
5. Perang pertama dalam Islam
Safar juga menjadi momen pertama perang dalam Islam yang dikenal dengan perang Abwa. Gangguan terus-menerus dari kafir Quraisy menjadi penyebab pecahnya perang tersebut. Perang ini merupakan langkah awal sebagai upaya Nabi Muhammad dalam melindungi kaum muslimin. Perang ini tidak menghasilkan peperangan besar karena seperti patroli atau ekspedisi militer.
6. Penaklukan Khaibar
Pada bulan Safar di tahun ketujuh Hijriah, terjadi peristiwa penaklukan Khaibar. Dalam artikel berjudul Kemenangan Umat Islam di Khaibar pada Bulan Safar, Ustadz Ahmad Rifaldi menjelaskan bahwa Perang Khaibar berlangsung di awal tahun 7 Hijriah, yakni pada pertengahan bulan Muharram dan kemenangan diraih pada bulan Safar.
Peperangan ini terjadi setelah terjalin Perjanjian Hudaibiyah antara Nabi Muhammad saw dan kaum kafir Makkah karena pengusiran orang-orang Yahudi Bani Nadhir. Nabi Muhammad saw mengusir mereka dari perkampungan di Madinah sebagai hukuman atas aneka pengkhianatan yang mereka lakukan. Banyak tokoh menonjol Bani Nadhir yang bermukim di Khaibar melakukan beberapa kegiatan yang menghasut dan memperburuk citra Nabi Muhammad.
Pasukan kaum Muslimin meraih kemenangan dalam perang ini. Kemenangan ini berdampak kaum Muslimin yang sebelumnya batal umrah karena dihadang penduduk kafir Makkah dalam peristiwa Hudaibiyah, akhirnya merasakan janji Allah pada QS al-Fath ayat 20. Mereka meraih banyak harta rampasan, baik makanan maupun persenjataan, dari penaklukan Khaibar. Peristiwa ini tidak disebutkan Habib Abu Bakar al-‘Adni dalam kitab Mandzumah Syarh al-Atsar fî mâ Warada ‘an Syahri Safar.

7 jam yang lalu
3




English (US) ·
Indonesian (ID) ·