Jakarta, NU Online
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi musim kemarau akan semakin meluas di berbagai wilayah Indonesia sepekan ke depan, namun hujan dengan intensitas sedang masih berpotensi terjadi di sejumlah daerah akibat pengaruh dinamika atmosfer yang masih aktif.
Prakirawan Cuaca BMKG Zen Putri menjelaskan bahwa saat ini sekitar 72 persen wilayah Indonesia mengalami curah hujan dengan intensitas rendah. Sementara itu, sekitar 26 persen wilayah masih mengalami hujan dengan intensitas sedang dan hanya sebagian kecil yang diguyur hujan lebat hingga sangat lebat.
“Hujan ini dipengaruhi oleh aktivitas spasial meden Julian Oscillation dan gelombang Kelvin yang aktif melewati sebagian Sumatra, Kalimantan, hingga Sulawesi pada periode tersebut,” katanya pada Jumat (17/7/2026).
Ia menyampaikan bahwa kondisi tersebut sejalan dengan perkembangan musim kemarau yang kini telah berlangsung di 423 zona musim atau sekitar 60,5 persen wilayah Indonesia. Musim kemarau terutama telah mendominasi sebagian besar Pulau Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Sumatera bagian selatan, serta sejumlah wilayah di Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua.
BMKG memprakirakan dalam sepekan ke depan curah hujan rendah akan semakin meluas, mencakup sebagian besar Sumatra, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, hingga sebagian Papua. Fenomena tersebut dipengaruhi kondisi iklim global yang cenderung mengurangi pembentukan awan hujan di Indonesia dan diprediksi mengarah pada El Nino kuat sepanjang 2026.
Periode 18-20 Juli 2026
BMKG memprakirakan cuaca umumnya cerah berawan hingga hujan ringan. Meski, hujan sedang berpotensi terjadi di Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Riau, Kepulauan Riau, Sumatra Selatan, Bengkulu, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Papua Pegunungan, dan Papua.
Potensi angin kencang diperkirakan melanda Gorontalo, Lampung, Jawa Barat, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Maluku Utara, Maluku, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Utara, dan Papua Barat.
Periode 21-23 Juli 2026
Zen mengatakan cuaca secara umum didominasi cerah berawan hingga hujan ringan. Hujan sedang diprakirakan terjadi di Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Riau, Kepulauan Riau, Sumatra Selatan, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Papua Barat, Papua Pegunungan, dan Papua. Adapun angin kencang berpotensi terjadi di Banten dan Jawa Barat.
BMKG mengimbau masyarakat tetap bijak menghadapi musim kemarau dengan menjaga kecukupan cairan tubuh, menghemat penggunaan air, serta menggunakan pelindung seperti topi, payung, atau tabir surya saat beraktivitas di luar ruangan.
“Tetap tenang dan siaga menghadapi perubahan cuaca ekstrem serta pahami langkah-langkah evakuasi jika diperlukan. Kenali cuaca dan lingkungan agar terhindar dari bencana hidrometeorologi,” tuturnya.

5 jam yang lalu
3




English (US) ·
Indonesian (ID) ·