Jakarta (ANTARA) - PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) mencatat pembiayaan kendaraan melalui produk BSI OTO tumbuh 12,40 persen secara tahunan (year on year/yoy) mencapai sekitar Rp6,70 triliun hingga Juni 2026, dengan kualitas pembiayaan yang masih terjaga.
Direktur Retail Banking BSI Kemas Erwan Husainy dalam keterangannya di Jakarta, Selasa, memandang peningkatan tersebut menunjukkan bahwa minat masyarakat terhadap pembiayaan kendaraan berbasis syariah tetap kuat di tengah kondisi ekonomi yang dinamis.
Menurutnya, kinerja positif tersebut juga didukung penguatan transformasi digital dengan kelengkapan fitur BYOND by BSI dapat mengakomodasi pengajuan pembiayaan termasuk pembiayaan kendaraan.
Kemas juga mengatakan, capaian pembiayaan kendaraan BSI menjadi sinyal positif bahwa sektor otomotif masih memiliki prospek yang baik.
“Masyarakat tetap melakukan pembelian kendaraan, namun dengan pertimbangan yang lebih matang dan mengedepankan skema pembiayaan syariah yang memberikan kepastian dalam pengelolaan keuangan,” kata Kemas.
Menurut perseroan, kinerja positif pembiayaan kendaraan BSI sejalan dengan tren industri otomotif nasional.
Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan mobil nasional secara wholesales sepanjang Januari-Juni 2026 mencapai lebih dari 400 ribu unit, tumbuh 15,89 persen secara tahunan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebanyak 376 ribu unit.
Selain didorong oleh kebutuhan mobilitas, perseroan memandang bahwa pertumbuhan pembiayaan kendaraan juga ditopang oleh sejumlah faktor, antara lain kebijakan pemerintah yang mendorong percepatan adopsi kendaraan listrik, meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap kendaraan ramah lingkungan, serta semakin beragamnya pilihan kendaraan di pasar.
Sementara itu, dari sisi perseroan, pertumbuhan pembiayaan kendaraan didukung berbagai program pembiayaan yang kompetitif dan sesuai kebutuhan nasabah.
Salah satunya program tersebut adalah skema angsuran tetap hingga lunas yang memberikan kepastian cicilan selama masa pembiayaan, sehingga nasabah dapat mengatur arus kas bulanan dengan lebih nyaman dan terencana.
Perseroan terus memperluas kolaborasi dengan dealer dan mitra strategis, serta menghadirkan berbagai program kolaborasi untuk memberikan kemudahan akses pembiayaan kendaraan bagi masyarakat termasuk melalui literasi dan gathering di sejumlah kota besar.
Dengan fundamental bisnis yang kuat serta dukungan ekosistem pembiayaan yang semakin luas, perseroan optimistis pembiayaan kendaraan akan terus menjadi salah satu motor pertumbuhan pembiayaan konsumer perseroan sepanjang 2026.
Baca juga: Laba BSI tumbuh 16,73 persen capai Rp3,39 triliun per Mei 2026
Baca juga: BSI buka akses KPR syariah tenor hingga 30 tahun bagi peserta BPJS TK
Pewarta: Rizka Khaerunnisa
Editor: Budisantoso Budiman
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.








English (US) ·
Indonesian (ID) ·