Pemerintah siapkan langkah mitigasi untuk jaga laju inflasi

2 jam yang lalu 4

Jakarta (ANTARA) - Pemerintah menyiapkan sejumlah langkah mitigasi untuk menjaga laju inflasi, terutama dari komponen harga pangan bergejolak atau volatile food, serta sejumlah biaya produksi yang berpotensi mendorong kenaikan harga barang.

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto di Jakarta, Selasa mengatakan, pemerintah mencermati sejumlah komoditas yang dapat mempengaruhi pergerakan inflasi.

"Tentu kita melihat beberapa komoditas yang bisa mempengaruhi kenaikan inflasi. Kalau di periode yang lalu kan kita lihat emas naik, tapi kita lihat sudah turun. Kemudian yang masih meningkat itu volatile food," ujar Airlangga.

Menurutnya, pemerintah akan melakukan penanganan terhadap komponen volatile food agar tidak memberikan tekanan terhadap inflasi. Selain itu, pemerintah juga memperhatikan kenaikan harga kemasan yang turut berdampak pada produk makanan.

"Sehingga volatile food termasuk bawang putih itu perlu ditangani secara baik. Dan beberapa yang akibat daripada harga packaging yang naik. Itu yang tadi kita bahas, dengan kita minta supaya PMK (Peraturan Menteri Keuangan)-nya segera dikeluarkan," katanya.

"Karena itu sangat berpengaruh terhadap kontribusi karena seluruh makanan kan ada plastik packaging-nya. Kemudian juga untuk yang terkait dengan petrochemical, LPG itu sudah keluar. Dan juga untuk spare parts juga sudah keluar PMK-nya," jelasnya lagi.

Airlangga menambahkan, pemerintah berharap berbagai kebijakan tersebut dapat membantu meredam tekanan harga ke depan.

"Jadi tentu kita berharap dengan demikian ke depan ini bisa kita landaikan," ujarnya.

Ia menjelaskan, kebijakan pembebasan biaya masuk LPG dan spare parts yang sudah diterbitkan menjadi bagian dari upaya menjaga laju inflasi, mengingat sektor transportasi juga menjadi salah satu faktor yang memengaruhi.

"Mengenai bea masuk LPG yang nol dan juga bea masuk spare parts yang nol. Karena kan salah satu yang juga berpengaruh terhadap inflasi adalah penerbangan, transportasi udara," tutur Airlangga.

Baca juga: Bapanas sebut 5.597 gerakan pangan murah dilakukan guna tekan inflasi

Baca juga: Rupiah melemah karena pasar masih menunggu data inflasi AS

Baca juga: BI perkuat koordinasi terkait inflasi di tengah ketidakpastian global

Pewarta: Ahmad Muzdaffar Fauzan
Editor: Faisal Yunianto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Baca Artikel Selengkapnya