OJK: Premi asuransi komersial capai Rp139,54 triliun per Mei 2026

4 jam yang lalu 2
...industri asuransi jiwa serta asuransi umum dan reasuransi secara agregat mencatatkan tingkat risk based capital (RBC) yang tetap kuat.

Jakarta (ANTARA) - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan kinerja asuransi komersial berupa akumulasi pendapatan premi pada periode Mei 2026 tumbuh 0,67 persen secara tahunan (year on year/yoy) mencapai Rp139,54 triliun.

Secara rinci, premi asuransi jiwa tumbuh 5,87 persen (yoy) dengan nilai sebesar Rp76,79 triliun serta premi asuransi umum dan reasuransi yang terkontraksi sebesar 5,03 persen (yoy) dengan nilai sebesar Rp62,76 triliun.

Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK Ogi Prastomiyono dalam konferensi pers hasil RDKB di Jakarta, Selasa, menyampaikan bahwa industri asuransi jiwa serta asuransi umum dan reasuransi secara agregat mencatatkan tingkat risk based capital (RBC) yang tetap kuat.

Tercatat, RBC industri asuransi jiwa mencapai 481,20 persen, sedangkan asuransi umum dan reasuransi sebesar 319,12 persen, jauh di atas ambang batas minimum 120 persen.

Adapun aset asuransi komersial pada Mei 2026 mencapai Rp977,81 triliun atau naik 4,05 persen (yoy). Sementara aset asuransi nonkomersial tercatat sebesar Rp219,23 triliun atau terkontraksi sebesar 2,07 persen (yoy).

Asuransi nonkomersial terdiri dari BPJS Kesehatan (badan dan program jaminan kesehatan nasional) dan BPJS Ketenagakerjaan (badan, jaminan kecelakaan kerja, jaminan kematian, atau jaminan kehilangan pekerjaan) serta program asuransi ASN, TNI, dan POLRI terkait program jaminan kecelakaan kerja dan jaminan kematian.

Dengan demikian, total aset industri asuransi, terdiri dari asuransi komersial dan nonkomersial, mencapai Rp1.197,04 triliun atau naik 2,87 persen (yoy) dari posisi yang sama di tahun sebelumnya.

Sementara itu, di sisi industri dana pensiun, total aset dana pensiun per Mei 2026 tumbuh sebesar 7,71 persen (yoy) dengan nilai mencapai Rp1.693,37 triliun.

Untuk program pensiun sukarela, total aset mencatatkan pertumbuhan sebesar 4,94 persen (yoy) dengan nilai mencapai Rp410,65 triliun.

Untuk program pensiun wajib, yang terdiri dari program jaminan hari tua dan jaminan pensiun BPJS Ketenagakerjaan, serta program tabungan hari tua dan akumulasi iuran pensiun, ASN, TNI, dan POLRI, total aset mencapai Rp1.282,72 triliun atau tumbuh sebesar 8,63 persen (yoy).

Sedangkan pada perusahaan penjaminan, pada Mei 2026 nilai aset terkontraksi sebesar 2,95 persen (yoy) menjadi Rp45,92 triliun.

Baca juga: Askrindo perkuat implementasi GCG hadapi dinamika industri

Baca juga: OJK: Minat asuransi unit link terjaga di tengah dinamika pasar modal

Pewarta: Rizka Khaerunnisa
Editor: Ahmad Wijaya
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Baca Artikel Selengkapnya