Jakarta (ANTARA) - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat penyaluran pembiayaan ke sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan tumbuh 10,12 persen pada Juli 2026 di tengah fenomena El Nino yang berpotensi berdampak terhadap sektor-sektor tersebut.
"Secara umum, kinerja pembiayaan pada sektor-sektor dimaksud pada Juli 2026 tetap tumbuh positif," kata Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK Agusman dalam konferensi pers di Jakarta, Senin.
Meski demikian, ia mengatakan OJK terus mencermati dampak fenomena El Nino terhadap industri pembiayaan, modal ventura, dan lembaga keuangan mikro (PVML), termasuk terhadap sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan.
Agusman mengatakan penyaluran pembiayaan multifinance pada sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan tumbuh 10,12 persen secara tahunan (year on year/yoy) menjadi Rp42,51 triliun.
Sementara itu, pembiayaan atau penyertaan modal ventura pada sektor yang sama tumbuh 10,49 persen yoy menjadi Rp757,06 miliar.
Meski demikian, OJK terus mendorong industri PVML untuk memperkuat manajemen risiko dan menerapkan prinsip kehati-hatian guna mengantisipasi dampak El Nino terhadap kemampuan usaha dan kualitas pembiayaan.
Secara keseluruhan, OJK mencatat piutang pembiayaan perusahaan pembiayaan pada Juli 2026 tumbuh 2,01 persen yoy menjadi Rp513,05 triliun, terutama didukung peningkatan pembiayaan modal kerja sebesar 6,32 persen yoy.
Sementara itu, pembiayaan modal ventura pada Juli 2026 terkontraksi 0,46 persen year-on-year dengan nilai pembiayaan tercatat sebesar Rp16,32 triliun.
Pada industri lembaga keuangan mikro, penyaluran pembiayaan pada Juli 2026 terkontraksi 0,40 persen year-on-year menjadi sebesar Rp1,05 triliun.
Pewarta: Shofi Ayudiana
Editor: Ahmad Wijaya
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.







English (US) ·
Indonesian (ID) ·