Airlangga: Aset keuangan syariah RI makin kuat, capai Rp3.131 triliun

40 menit yang lalu 1

Jakarta (ANTARA) - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan aset keuangan syariah Indonesia semakin menunjukkan tren penguatan, dengan mencapai Rp3.131,02 triliun per 2025.

"Ekonomi syariah juga mempercepat peningkatan inklusi keuangan syariah di Indonesia. Aset keuangan syariah sudah mencapai Rp3.131 triliun, berada di posisi empat besar bersama Malaysia, Uni Emirat Arab (UAE), Arab Saudi dan Bahrain," kata Menko Airlangga dalam pembukaan Simposium Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia (IAEI) di Jakarta, Selasa.

Berdasarkan laporan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), total aset industri keuangan syariah nasional mencapai Rp3.131,02 triliun pada 2025 atau tumbuh 8,56 persen dibandingkan tahun sebelumnya (year-on-year/yoy)

Nilai tersebut menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah, didukung pertumbuhan di seluruh subsektor industri keuangan syariah.

Lebih lanjut, Airlangga mengatakan potensi total nilai zakat, infak, sedekah, dan wakaf (ziswaf) juga diperkirakan akan mencapai sekitar Rp343,08 triliun pada tahun ini.

"Ini ruang besar yang perlu terus dioptimalkan," kata dia.

Selain itu, ia juga mengutip laporan State of the Global Islamic Economy (SGIE) yang menunjukkan bahwa fesyen modest Indonesia menempati peringkat pertama di dunia, dengan skor tertinggi mencapai 106,5.

Menko Airlangga memproyeksikan performa ini akan menunjukkan peningkatan menyusul tingginya minat konsumsi terhadap produk fesyen modest dan industrinya yang semakin berkembang.

"Selain itu, belanja konsumen Muslim dunia mencapai Rp2,6 triliun di tahun 2024. Dan ini akan naik di tahun 2029 sebesar Rp3,56 triliun. Jadi ini potensinya besar, dan daya saing ini juga terus ditopang oleh jaminan produk halal yang terus diperkuat sesuai dengan mandat dari Undang-Undang Halal," ujar Airlangga.

"Sertifikasi halal telah mencakup 4,4 juta sertifikat bagi 3,47 juta pelaku usaha dan 14,68 juta produk, dengan 39 negara sudah menjalin mutual recognition agreement (MRA)," imbuhnya.

Ia berharap potensi-potensi tersebut dapat diperkuat melalui peningkatan infrastruktur sumber daya manusia (SDM) yang lebih siap, perbaikan tata kelola, dan sinergi antara pelaku usaha terutama usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) dengan industri keuangan syariah.

"Kemudian, penyaluran dari pembiayaan perbankan syariah sendiri sudah mencapai Rp643,5 triliun. Jadi ini perbankan syariah sudah tumbuh 9,92 persen, dan kredit usaha rakyat (KUR) syariah sendiri diberikan kepada 88.613 debitur, dan total yang terakumulasi sebesar 1,61 juta debitur," kata Airlangga.

Baca juga: Airlangga sebut aset keuangan syariah tembus Rp10.257 T pada 2025

Baca juga: Menko: Ekonomi dan keuangan syariah dorong pertumbuhan berkelanjutan

Baca juga: Airlangga sebut RI bisa tarik 8 miliar dolar AS dari QRIS umrah-haji

Pewarta: Arnidhya Nur Zhafira
Editor: Kelik Dewanto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Baca Artikel Selengkapnya