MUTU umumkan "private placement" Rp29,9 miliar guna akselerasi bisnis

2 jam yang lalu 6
Bergabungnya nama-nama besar dan entitas berpengalaman ke dalam struktur permodalan kami menjadi bahan bakar baru bagi perseroan untuk berakselerasi lebih cepat

Jakarta (ANTARA) - PT Mutuagung Lestari Tbk (MUTU) mengumumkan aksi korporasi berupa Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) atau private placement senilai Rp29,99 miliar, sebagai upaya perseroan untuk mengakselerasi bisnis perusahaan.

Melalui private placement, perseroan menerbitkan sebanyak 309.278.300 saham baru dengan nilai pelaksanaan ditetapkan sebesar Rp97 per saham, sehingga total dana segar yang dikumpulkan mencapai Rp29,99 miliar.

Direktur Keuangan MUTU Sumarna dalam keterangan resmi di Jakarta, Senin, menyampaikan apresiasinya atas kepercayaan yang diberikan oleh para investor strategis terhadap fundamental dan prospek bisnis perseroan.

"Bergabungnya nama-nama besar dan entitas berpengalaman ke dalam struktur permodalan kami menjadi bahan bakar baru bagi perseroan untuk berakselerasi lebih cepat. Kehadiran mereka menegaskan bahwa visi bisnis jangka panjang kami berada di jalur yang tepat," ujar Sumarna.

Adapun berbagai investor yang ikut andil private placement perseroan di antaranya, PT Samala Serasi Utama menjadi pemegang porsi terbesar dengan menyerap 103.092.700 saham, yang merupakan kemitraan antara Sandiaga Salahuddin Uno dan Roestandi Tsamanov.

Kemudian, terdapat PT Bumi Hijau Sedaya menyerap sebanyak 41.237.100 saham, serta perusahaan energy and resources yang tercatat di Bursa Singapura (SGX) yaitu Interra Resources Limited yang berinvestasi di MUTU melalui anak usahanya di Indonesia.

Selanjutnya, terdapat Andreas Tjahjadi dan Leonard Tanubrata yang telah lama terlibat dalam perjalanan MUTU melalui berbagai skema investasi.

Baca juga: MUTU International bagikan dividen final senilai Rp7,21 miliar

"Keikutsertaan kembali keduanya melalui aksi private placement, mencerminkan keyakinan yang semakin kuat terhadap prospek pertumbuhan Perseroan dan memvalidasi arah strategis jangka panjang MUTU," ujar Sumarna.

Lebih lanjut, terdapat wirausahawan climate-tech sekaligus mantan Presiden Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata, yang keikutsertaannya mencerminkan keyakinan terhadap peran MUTU

“Manajemen menegaskan bahwa seluruh investor tersebut tidak memiliki hubungan afiliasi, baik dalam manajemen maupun kepemilikan saham, dengan pemegang saham pengendali, pemegang saham utama, maupun jajaran Direksi dan Dewan Komisaris perseroan,” ujar Sumarna.

Dalam kesempatan ini, Sandiaga Salahuddin Uno melihat bahwa MUTU sebagai institusi yang memiliki peran strategis dalam membangun ekosistem ekonomi berkelanjutan di Indonesia.

“Melalui layanan sertifikasi, pengujian, dan verifikasi yang dimiliki, MUTU menjadi salah satu enabler penting bagi implementasi standar keberlanjutan di berbagai sektor industri,” ujar Sandiaga.

Menurutnya, investasi ini bukan sekadar keputusan bisnis, namun juga dukungan terhadap akselerasi transformasi ekonomi hijau nasional yang semakin membutuhkan tata kelola, transparansi, dan kepatuhan terhadap standar global.

“Kami percaya MUTU memiliki potensi besar untuk menjadi pemain utama dalam mendukung agenda keberlanjutan Indonesia ke depan," ujar Sandiaga.

Baca juga: Resmi IPO, saham perdana Mutuagung Lestari naik ke ARA

Baca juga: Mutuagung Lestari cetak laba bersih Rp4,39 miliar di kuartal I-2024

Pewarta: Muhammad Heriyanto
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Baca Artikel Selengkapnya