Mirae Asset ingatkan investor perkuat portofolio lewat diversifikasi 

4 jam yang lalu 1

Jakarta (ANTARA) - Head of Fund Services Mirae Asset Sekuritas Indonesia Francisca Gerungan mengatakan di tengah kondisi pasar yang masih berfluktuasi, investor diingatkan untuk menerapkan strategi pengelolaan portofolio yang lebih disiplin dan terdiversifikasi.

Francisca menilai, kondisi pasar yang tidak menentu membuat investor tidak dapat lagi mengandalkan satu instrumen investasi saja. Ia mengingatkan pentingnya prinsip diversifikasi dalam membangun portofolio yang sehat.

“Kita akan memberikan approach wealth management. Jadi di kondisi market yang pastinya challenging. Jadi kita mau terus memberikan edukasi kepada investor-investor kita untuk ‘not put your eggs in one basket’,” kata Francisca dalam acara Media Day Mirae Asset Sekuritas di Jakarta, Selasa.

Francisca mengatakan perkembangan teknologi digital dan fintech juga telah membuat akses investasi semakin mudah, sehingga jumlah investor reksa dana di Indonesia meningkat pesat dalam beberapa tahun terakhir.

Tercatat, dari total 20,32 juta investor pasar modal, investor reksa dana dari fintech tumbuh pesat kurang lebih 19,17 juta SID pada akhir 2025, dan di kuartal pertama tahun 2026 naik menjadi 23,5 juta investor reksa dana. Namun, tantangan yang muncul bukan lagi sekadar akses, melainkan kedisiplinan dalam berinvestasi.

Ia mengatakan masih banyak investor yang baru membuka akun lalu berhenti berinvestasi secara rutin, padahal strategi seperti auto-invest bulanan dapat membantu pertumbuhan dana secara konsisten dalam jangka panjang.

“Jadi sebenarnya investor baru di reksadana ini tumbuhnya pesat, tapi mungkin kebiasaan atau disiplin investasi itu yang perlu terus ditularkan. Habis buka rekening IFUA kemudian invest, lalu diem aja. Nah kita pengennya setiap bulan auto invest ke reksadana supaya dananya tumbuh,” katanya.

Francisca mengatakan dalam menghadapi kondisi pasar yang tidak stabil, strategi core-satellite menjadi salah satu pendekatan yang direkomendasikan. Portofolio core berfungsi sebagai inti investasi yang lebih stabil dan berorientasi jangka panjang, sementara satellite digunakan untuk menangkap peluang dari sektor atau tema yang sedang tren dengan potensi imbal hasil lebih tinggi.

Selain itu, investor juga disarankan untuk melakukan rebalancing portofolio secara berkala, misalnya setiap enam bulan atau satu tahun. Tujuannya adalah untuk mengunci keuntungan, menyesuaikan komposisi aset, dan menjaga agar portofolio tetap sesuai dengan tujuan keuangan.

Francisca mengatakan untuk mendukung investor memiliki portofolio yang sehat, Mirae Asset melalui platform M-Fund menyediakan berbagai kelas aset reksa dana, mulai dari pasar uang, pendapatan tetap, campuran, saham, hingga reksa dana indeks. Hal ini memungkinkan investor menerapkan strategi core-satellite dalam satu platform yang terintegrasi.

Aplikasi ini telah digunakan oleh sekitar 53.000 investor, serta didukung oleh hampir 30 kantor edukasi (OE) dan lebih dari 200 tim pendukung yang siap membantu investor.

Baca juga: OJK: Kemenkeu, BI, Danantara pihak utama berpeluang miliki saham BEI

Baca juga: Kapitalisasi pasar modal RI ditargetkan capai Rp30.000 triliun di 2030

Baca juga: BEI catat 8 perusahaan antre gelar IPO di pasar modal Indonesia

Pewarta: Fitra Ashari
Editor: Faisal Yunianto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Baca Artikel Selengkapnya