Menlu Singapura Beber Alasan ke RI saat Isu Asap Karhutla

49 menit yang lalu 3

Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Luar Negeri Singapura, Vivian Balakrishnan, mengungkap alasannya melakukan kunjungan ke Indonesia dan bertemu dengan Presiden Prabowo Subianto dan Menlu RI Arrmanatha Nasir.

Vivian melakukan pertemuan dengan Menlu Arrmanatha di Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI Jakarta, Selasa (27/10). Vivian kemudian secara mendadak mengajukan permintaan untuk bertemu Presiden Prabowo.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Permintaan Menlu Singapura untuk bertemu dengan Prabowo akhirnya dipenuhi pada Rabu (28/10). Didampingi Menteri Negara Singapura, Zhulkarnain Abdul Rahim, Vivian diterima oleh Prabowo di Hambalang.

Dalam pernyataan resmi usai bertemu Prabowo, Vivian mengungkapkan sejumlah hal yang menjadi alasannya berkunjung ke Indonesia dan bertemu Menlu Arrmanatha dan Presiden Prabowo.

"Menurut saya, beberapa minggu terakhir dengan adanya kabut asap di Singapura telah menjadi masa yang penuh kekhawatiran, kecemasan, dan kemarahan. Ini merupakan masa yang sulit bagi banyak keluarga di Singapura. Saya sangat memahami hal tersebut, dan kita memang harus meresponsnya, tidak perlu diragukan lagi. Kunjungan ini saya lakukan terutama karena tiga alasan," ujar Vivian.

Alasan pertama, disebut Vivian, adalah Singapura ingin melakukan komunikasi langsung dengan pemerintah Indonesia untuk bersama-sama mengatasi Karhutla yang berimbas kabut asap di sejumlah negara tetangga, termasuk Singapura.

"Pertama, kita perlu memastikan bahwa ketika suatu peristiwa terjadi, terutama peristiwa lintas batas, diperlukan komunikasi langsung tingkat tinggi antar-pemerintah."

[Gambas:Video CNN]

"Dengan segala hormat, diplomasi tidak bisa hanya dilakukan melalui telepon atau media. Diperlukan penjelasan langsung secara tatap muka untuk menyampaikan kekhawatiran sekaligus mencari solusi. Itulah poin pertama," ucap Vivian menambahkan.

Lebih lanjut, Vivian menyebut untuk mengatasi kabut asap dan karhutla, semua pihak di Indonesia dan Singapura bekerja sama untuk menyelesaikan masalah.

"Poin kedua, saat menangani masalah seperti ini, yang berdampak langsung pada masyarakat baik di Indonesia maupun di Singapura, aspek politik mau tidak mau akan terlibat. Namun, dalam situasi seperti ini, sangatlah penting untuk terus mengupayakan solusi yang bersifat kooperatif, kolaboratif, dan konstruktif. Inilah fokus utama dalam kunjungan ini," ujar Vivian.

Terkait poin ketiga, Vivian menyebut kabut asap membuat pemerintah Singapura lebih siaga untuk menghadapi masalah yang sama di masa depan.

"Menurut saya, ada pelajaran ketiga yang bisa kita petik di Singapura dari peristiwa ini, yaitu pentingnya kesiapsiagaan. Kesiapsiagaan menuntut perencanaan dan pelaksanaan yang dilakukan jauh sebelum krisis terjadi," ujar Vivian.

(har/rds)

Baca Artikel Selengkapnya