Flavio Bolsonaro Kabur ke AS, Klaim Dirinya Presiden Sah Brasil

50 menit yang lalu 2

Jakarta, CNN Indonesia --

Flavio Bolsonaro mengeklaim dirinya adalah presiden Brasil terpilih yang sah, meski dinyatakan kalah dalam pemilihan umum (pemilu) melawan Presiden petahana Luiz Inacio Lula da Silva.

Dalam surat terbuka yang diunggah di media sosial X, putra mantan Presiden Jair Bolsonaro tersebut mengatakan bahwa ia saat ini meninggalkan Brasil untuk tinggal di Amerika Serikat (AS) guna menghindari "politisasi sistem peradilan di Brasil".

Dalam surat itu, Flavio mengaku ia lah "presiden terpilih yang sah"

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya berbicara kepada rakyat Brasil dan komunitas internasional sebagai presiden Brasil terpilih yang sah," tulis Flavio pada Rabu (28/10).

Kata-kata tersebut tak lama kemudian dihapus dan diganti dengan surat baru yang menyatakan dirinya sebagai "pemimpin" Brasil.

Surat itu pada dasarnya menjelaskan alasannya pergi dari Brasil dan tuduhan-tuduhannya terhadap pemerintahan Lula. Menurut Flavio, pemilu yang diselenggarakan pada 25 Oktober lalu diliputi kecurangan oleh pihak Lula.

"Tindakan tidak sah dan ilegal dari mantan pengacara Lula memungkinkan hal yang mustahil secara matematis terwujud, dan mengakibatkan Lula memperoleh lebih dari 10 juta suara dari putaran pertama ke putaran kedua," tulis Flavio.

"Keputusan Mahkamah Agung Federal (STF) memperpanjang jam pemungutan suara diberlakukan di menit-menit akhir setelah waktu pemungutan suara secara resmi berakhir dan tempat pemungutan suara sudah ditutup," lanjut Flavio.

Flavio menyebut keputusan itu telah menyebabkan warga pemilih dikenakan aturan yang berbeda. Bukan cuma itu, Flavio juga menuduh bahwa penyelidikan yang dilayangkan padanya baru-baru ini diluncurkan secara tidak sah oleh hakim yang terlibat skandal korupsi besar.

"Partisipasinya dalam tindakan prosedural saja menunjukkan sejauh mana kesewenang-wenangan dan ilegalitas yang sedang berlangsung," tulisnya.

Flavio kemudian menjelaskan keputusannya pergi dari Brasil menuju AS dilakukan karena ia tahu bahwa pemerintahan Lula hendak melancarkan "penganiayaan politik" padanya, seperti yang dilakukan pada ayahnya.

"Penganiayaan politik ini ... memiliki satu tujuan, yaitu membungkam siapa pun yang tidak setuju dengan keadaan darurat yang ditetapkan di Brasil, melalui Mahkamah Agung yang dikendalikan oleh organisasi Partai Buruh yang kriminal," tulis Flavio.

Flavio menegaskan hingga saat ini tidak ada surat perintah penangkapan terhadapnya karena ia tidak melakukan kejahatan apa pun.

"Yang ada adalah witch hunt yang bermotivasi politik, yang tujuannya untuk menyandera saya dan menjadikan saya objek pemerasan guna melindungi para hakim Mahakamah Agung yang korup dari pemakzulan," tulisnya.

"Berikut skenario penganiayaannya: penyitaan paspor, alat pemantau pergelangan kaki elektronik, sensor, tahanan rumah, persidangan palsu, dan akhirnya, kecaman politik. Saya tidak akan membiarkan keluarga saya mengalami hal ini," lanjutnya.

Flavio menyebut situasi ini lah yang mendorongnya untuk memboyong semua keluarganya tinggal di AS selaku tempat aman.

"Sekali lagi, saya berterima kasih kepada Presiden Trump dan pemerintah Amerika karena telah menerima kami dan memberi kami perlindungan hukum yang tidak lagi kami miliki di Brasil," tulis Flavio.

"Saya ingin memperjelas: Saya tidak melarikan diri dari Brasil. Saya meninggalkan rezim yang luar biasa agar saya bisa menjadi pemimpin yang pantas bagi rakyat saya, karena jika dibungkam, dipenjara, dan disensor seperti ayah saya, saya tidak bisa menjadi pemimpin dan kami akan diserahkan ke teater institusional oposisi yang dikebiri dan dikendalikan oleh Mahkamah Agung yang penuh dengan pelayan rezim," lanjutnya.

Flavio Bolsonaro kalah dari Lula dalam pemilihan presiden Brasil dengan selisih 4,5 juta suara. Flavio sejak awal menolak mengakui kemenangan Lula, namun menyatakan akan "mengorganisir oposisi."

Flavio didukung oleh Presiden AS Donald Trump karena merupakan anak dari putra sekutunya, Jair Bolsonaro. Meski begitu, Trump mengaku menyambut baik terpilihnya kembali Lula sebagai presiden.

(mge/dna)

Baca Artikel Selengkapnya