Jakarta (ANTARA) - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menerima gelar Profesor Kehormatan (Honorary Professor) di bidang ekonomi dari Universitas Nankai, China.
Gelar Profesor Kehormatan tersebut diberikan secara langsung oleh Presiden (Rektor) Universitas Nankai Prof. Chen Yulu. Dalam keputusan yang disampaikan, penghargaan tersebut diberikan atas kontribusi Menkeu dalam mendorong kemajuan ekonomi dan keuangan, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Purbaya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa, menyampaikan apresiasi atas penghargaan yang diberikan oleh Universitas Nankai.
Menurutnya, penghargaan tersebut bukan hanya merupakan pengakuan atas kontribusi dan capaian individu, tetapi juga mencerminkan semakin eratnya hubungan dan kerja sama antara Indonesia dan China, termasuk di bidang ekonomi, keuangan, dan pendidikan.
"Penghargaan ini saya dedikasikan untuk seluruh rakyat Indonesia dan insan pengelola keuangan negara yang terus bekerja menjaga stabilitas ekonomi nasional,” ujar Menkeu.
Bendahara negara meyakini kolaborasi antara dunia akademik dan para pembuat kebijakan menjadi faktor penting dalam menghadapi berbagai tantangan global yang makin kompleks.
Dalam surat resminya, Presiden Universitas Nankai juga mengundang Menkeu untuk menyampaikan kuliah kehormatan serta berdialog dengan para peneliti dan akademisi.
Purbaya juga diundang untuk menghadiri seremoni penganugerahan gelar Profesor Kehormatan yang akan diselenggarakan di kampus Universitas Nankai, Tianjin, China.
Menkeu berharap penganugerahan tersebut dapat semakin memperkuat hubungan akademik dan kerja sama antara Indonesia dan China.
Selain itu, juga sekaligus membuka peluang kolaborasi yang lebih luas dalam pengembangan riset, pendidikan, dan kebijakan ekonomi yang mendukung pertumbuhan yang berkelanjutan dan inklusif.
Sebelumnya, Menkeu Purbaya mengungkapkan kepercayaan pemerintah China tetap terjaga terhadap Indonesia, meski punya keluhan terhadap sejumlah kebijakan RI.
Hal itu disampaikan Purbaya setelah melakukan pertemuan dengan Menkeu Purbaya dengan Menteri Keuangan China Lan Fo'an maupun pihak dari bank sentral China China People’s Bank of China (PBOC), Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB) maupun investor dalam kunjungan resmi ke China pada 16-19 Juni 2026.
"Kedua negara sama-sama bersemangat untuk meningkatkan hubungan ke tingkat yang lebih dekat lagi. Meski demikian, mereka juga menyampaikan pertanyaan sebenarnya seperti apa kondisi Indonesia, tentu saya bisa jelaskan dan yakinkan bahwa kondisi fundamental ekonomi tidak ada masalah," ungkap Purbaya.
Baca juga: Menkeu Purbaya sebut kepercayaan pemerintah China tetap terjaga
Baca juga: Dipanggil Prabowo ke Istana, Chatib Basri bantah ditawari jadi Menkeu
Baca juga: Menkeu Purbaya targetkan "Panda Bonds" senilai 1 miliar dolar AS
Pewarta: Imamatul Silfia
Editor: Faisal Yunianto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.








English (US) ·
Indonesian (ID) ·