Masa Bodoh Siapa Menang Pemilu, Hizbullah Tegaskan Lanjut Lawan Israel

38 menit yang lalu 1

Jakarta, CNN Indonesia --

Pemimpin Hizbullah, Naim Qassem, menegaskan kelompoknya akan terus melawan Israel tanpa memedulikan siapa yang memimpin negara tersebut setelah pemilihan umum.

Ia juga menolak pembahasan pelucutan senjata Hizbullah, selama Israel masih menduduki wilayah Lebanon dan melancarkan serangan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami tidak memedulikan siapa yang memerintah Israel, tetapi perlu ditegaskan bahwa mereka tidak bisa terus melakukan pendudukan dan harus segera meninggalkan tanah kami," ujar Qassem dalam pernyataan tertulis pada Rabu (28/10).

Qassem mengatakan Hizbullah akan terus melanjutkan perlawanan terhadap Israel. Ia menegaskan kelompok tersebut akan menghadapi setiap serangan yang ditujukan kepada Hizbullah maupun Lebanon.

"Perlawanan akan terus berlanjut dan akan menghadapi agresi yang ditujukan kepada kami maupun Lebanon. Tidak ada ruang untuk membahas pelucutan senjata Hizbullah selama pendudukan masih berlangsung dan agresi terus berlanjut," kata Qassem.

Pernyataan tersebut muncul setelah pemilihan umum Israel yang berlangsung pada Selasa (27/10).

Berdasarkan penghitungan sementara, blok sayap kanan yang dipimpin Perdana Menteri Benjamin Netanyahu unggul tipis atas blok oposisi utama. Namun, dengan 90 persen suara telah dihitung, kedua blok belum menunjukkan hasil yang memastikan salah satunya memperoleh mayoritas.

Sementara itu, Hizbullah menghadapi tekanan setelah kekuatannya melemah akibat dua perang melawan Israel sejak 2023. Kelompok yang didukung Iran tersebut sebelumnya memiliki pengaruh besar dalam kehidupan politik Lebanon.

Pada Juni, otoritas Lebanon dan Israel menandatangani kerangka kesepakatan yang mencakup pelucutan senjata Hizbullah, penarikan bertahap pasukan Israel dari wilayah pendudukan, serta pengerahan tentara Lebanon ke wilayah tersebut.

Namun, pelaksanaan kesepakatan itu masih menghadapi hambatan. Israel terus melancarkan serangan sporadis dan menghancurkan bangunan di dalam maupun di sekitar wilayah yang didudukinya.

Di sisi lain, Hizbullah menolak rencana pemerintah Lebanon untuk melucuti persenjataan kelompok tersebut.

(mge/dna)

Baca Artikel Selengkapnya