Khutbah Jumat: Dua Bekal yang Menyelamatkan Manusia di Akhirat

3 jam yang lalu 3

Setiap manusia pasti akan meninggalkan dunia ini pada waktunya. Semua yang dimiliki; harta, jabatan, dan kebanggaan, tidak akan ikut terbawa. Saat itu tiba, yang paling menentukan hanyalah apa yang kita bawa di hadapan Allah Swt. Al-Qur’an menyebutkan bahwa yang menyelamatkan manusia ketika itu adalah iman dan amal saleh.

Untuk itu, teks khutbah Jumat berikut berjudul “Khutbah Jumat: Dua Bekal yang Menyelamatkan Manusia di Akhirat”. Untuk mencetak naskah khutbah Jumat ini, silakan klik ikon print berwarna merah di atas atau bawah artikel ini (pada tampilan dekstop). Semoga bermanfaat.

Khutbah I

الْحَمْدُ لِلهِ الَّذِيْ خَلَقَ الْخَلْقَ لِعِبَادَتِهِ، وَأَمَرَهُمْ بِطَاعَتِهِ، وَوَعَدَ الْمُتَّقِيْنَ جَنَّاتِ النَّعِيْمِ، وَتَوَعَّدَ الْعُصَّاةَ بِالْعَذَابِ الْأَلِيْمِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، شَهَادَةً تُنْجِيْ قَائِلَهَا يَوْمَ الدِّيْنِ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، أَرْسَلَهُ اللهُ رَحْمَةً لِلْعَالَمِيْنَ، وَحُجَّةً عَلَى الْخَلَائِقِ أَجْمَعِيْنَ

اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَاةً وَسَلَامًا مُتَلَازِمَيْنِ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ أَمَّا بَعْدُ, فَيَاأَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ اِتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ اِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي الْقُرْاٰنِ الْعَظِيْمِ. أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ: يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا هَلْ اَدُلُّكُمْ عَلٰى تِجَارَةٍ تُنْجِيْكُمْ مِّنْ عَذَابٍ اَلِيْمٍ تُؤْمِنُوْنَ بِاللّٰهِ وَرَسُوْلِهٖ وَتُجَاهِدُوْنَ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ بِاَمْوَالِكُمْ وَاَنْفُسِكُمْۗ ذٰلِكُمْ خَيْرٌ لَّكُمْ اِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُوْنَۙ

Jamaah shalat Jumat yang dimuliakan Allah swt,

Ada satu pertanyaan yang layak kita ajukan kepada diri sendiri; setelah sekian tahun menjalani kehidupan, apa sebenarnya yang akan menyelamatkan kita di hadapan Allah kelak, di Hari Akhirat?

Sebagian manusia menghabiskan umur untuk mengejar harta. Sebagian yang lain berjuang meraih jabatan dan kedudukan. Ada pula yang membanggakan nama besar, keturunan, dan berbagai prestasi duniawi. 

Namun pada akhirnya, semua itu akan berhenti pada satu titik. Harta akan ditinggalkan, jabatan akan dilepaskan, dan pujian manusia akan berakhir. Yang tersisa hanyalah amal yang pernah kita lakukan selama hidup di dunia.

Karena itulah, Al-Qur'an mengarahkan perhatian kita kepada sesuatu yang jauh lebih penting daripada sekadar keuntungan dunia. Allah SWT menawarkan sebuah "perdagangan" yang tidak pernah merugi. Sebuah perdagangan yang keuntungannya tidak dihitung dengan angka, melainkan dengan keselamatan di akhirat.

Allah SWT berfirman dalam Surat Ash-Shaff ayat 10–12:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا هَلْ اَدُلُّكُمْ عَلٰى تِجَارَةٍ تُنْجِيْكُمْ مِّنْ عَذَابٍ اَلِيْمٍۚ ۝١٠ تُؤْمِنُوْنَ بِاللّٰهِ وَرَسُوْلِهٖ وَتُجَاهِدُوْنَ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ بِاَمْوَالِكُمْ وَاَنْفُسِكُمْۗ ذٰلِكُمْ خَيْرٌ لَّكُمْ اِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُوْنَ ۝١١ يَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوْبَكُمْ وَيُدْخِلْكُمْ جَنّٰتٍ تَجْرِيْ مِنْ تَحْتِهَا الْاَنْهٰرُ وَمَسٰكِنَ طَيِّبَةً فِيْ جَنّٰتِ عَدْنٍۗ ذٰلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيْمُ ۝١٢

Artinya: "Wahai orang-orang yang beriman, maukah Aku tunjukkan suatu perdagangan yang dapat menyelamatkan kamu dari azab yang pedih? Yaitu kamu beriman kepada Allah dan Rasul-Nya serta berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu.

Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui. Niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosamu dan memasukkanmu ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai dan ke tempat-tempat tinggal yang baik di dalam surga 'Adn. Itulah kemenangan yang agung." (QS. Ash-Shaff: 10-12).

Jamaah shalat Jumat yang dimuliakan Allah swt,

Ayat ini memberikan pelajaran yang sangat indah. Allah menggunakan bahasa yang dekat dengan kehidupan manusia, yaitu bahasa perdagangan. Mengapa perdagangan? Karena manusia umumnya memahami untung dan rugi.

Namun perdagangan yang ditawarkan Allah berbeda dengan perdagangan dunia. Dalam perdagangan dunia, seseorang bisa saja rugi meskipun telah bekerja keras. Ada yang bangkrut setelah bertahun-tahun berusaha. Ada yang kehilangan modal karena keadaan yang tidak terduga. Bahkan ada yang gagal ketika keuntungan sudah tampak di depan mata.

Tetapi dalam perdagangan dengan Allah, kerugian tidak pernah menimpa orang yang sungguh-sungguh beriman dan beramal saleh. Modalnya adalah iman. Keuntungannya adalah ampunan dan surga. Tidak ada investasi yang lebih menguntungkan daripada itu.

Karena itu, ayat tersebut pertama-tama menyebutkan keimanan. Sebab iman adalah fondasi segala amal. Amal sebesar apa pun tidak akan bernilai tanpa iman. Sebaliknya, iman yang benar akan mendorong seseorang untuk melahirkan amal-amal kebaikan dalam kehidupan sehari-hari.

Lalu Allah menyebut jihad di jalan-Nya. Namun jihad dalam ayat ini tidak boleh dipahami secara sempit. Jihad bukan hanya perjuangan di medan peperangan. Jihad adalah kesungguhan seorang hamba dalam menaati Allah dan memperjuangkan kebaikan.

Hari ini, seorang ayah yang bekerja halal demi menafkahi keluarganya sedang berjihad. Seorang ibu yang mendidik anak-anaknya dengan akhlak yang baik juga sedang berjihad. Seorang pelajar yang tekun menuntut ilmu, seorang pedagang yang menjaga kejujuran, seorang pejabat yang amanah, bahkan seseorang yang berusaha menahan amarah dan melawan hawa nafsunya, semuanya sedang berjihad di jalan Allah.

Jamaah shalat Jumat yang dimuliakan Allah swt,

Karena itu, jihad sesungguhnya sangat dekat dengan kehidupan kita sehari-hari.  Imam Fakhruddin Ar-Razi dalam kitab Tafsir Mafâtîhul Ghaib (juz 29, hlm. 531) menerangkan bahwa jihad memiliki tiga bentuk.

Pertama, jihad melawan diri sendiri, yaitu menundukkan hawa nafsu dan menahan diri dari berbagai syahwat yang dilarang.

Kedua, jihad dalam hubungan dengan sesama manusia, yakni meninggalkan ketamakan, menumbuhkan kasih sayang, dan memperlakukan orang lain dengan penuh kepedulian.

Ketiga, jihad terhadap dunia, yaitu menjadikan dunia sebagai sarana menuju akhirat, bukan sebagai tujuan akhir kehidupan.

Simak keterangan Imam Fakhruddin Ar-Razi berikut;

وَالْجِهَادُ بَعْدَ هَذَيْنِ الْوَجْهَيْنِ ثَلَاثَةٌ، جِهَادٌ فِيمَا بَيْنَهُ وَبَيْنَ نَفْسِهِ، وَهُوَ قَهْرُ النَّفْسِ، وَمَنْعُهَا عَنِ اللَّذَّاتِ وَالشَّهَوَاتِ، وَجِهَادٌ فِيمَا بَيْنَهُ وَبَيْنَ الْخَلْقِ، وَهُوَ أَنْ يَدَعَ الطَّمَعَ مِنْهُمْ، وَيُشْفِقَ عَلَيْهِمْ وَيَرْحَمَهُمْ، وَجِهَادٌ فِيمَا بَيْنَهُ وَبَيْنَ الدُّنْيَا، وَهُوَ أَنْ يَتَّخِذَهَا زَادًا لِمَعَادِهِ

Artinya: "Jihad setelah beriman kepada Allah dan Rasul-Nya terbagi menjadi tiga: jihad terhadap diri sendiri dengan menundukkan hawa nafsu dan menahan syahwat; jihad terhadap sesama manusia dengan meninggalkan ketamakan serta menumbuhkan kasih sayang; dan jihad terhadap dunia dengan menjadikannya sebagai bekal menuju kehidupan akhirat."

Jamaah shalat Jumat yang dimuliakan Allah swt,

Dari sini kita memahami bahwa keselamatan di akhirat bukanlah sesuatu yang datang secara tiba-tiba. Ia dibangun sedikit demi sedikit melalui keimanan yang dijaga dan amal saleh yang terus diupayakan.

Iman tanpa amal akan menjadi lemah. Sebaliknya, amal tanpa iman akan kehilangan arah. Karena itu keduanya harus berjalan beriringan. Iman menjadi akar, sementara amal saleh menjadi buahnya. Jika akar kuat, buah akan tumbuh. Jika buah terus tumbuh, itu menjadi tanda bahwa akar masih hidup.

Maka marilah kita menjaga dua bekal terbesar dalam hidup ini: iman yang kokoh dan amal saleh yang terus bertambah. Sebab boleh jadi ketika seluruh kebanggaan dunia telah hilang, dua hal inilah yang kelak menjadi penyelamat kita di hadapan Allah SWT.

Semoga Allah menjaga keimanan dalam hati kita, membimbing kita untuk istiqamah dalam amal saleh, serta mengumpulkan kita bersama orang-orang yang memperoleh kemenangan besar di akhirat. Amin ya Rabbal 'alamin.

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْاٰنِ الْعَظِيْمِ وَنَفَعَنِي وَاِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْاٰيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ اِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ. وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ فَيَا فَوْزَ الْمُسْتَغْفِرِيْنَ وَيَا نَجَاةَ التَّائِبِيْنَ

Khutbah II

الْحَمْدُ لِلهِ الَّذِيْ أَمَرَ عِبَادَهُ بِالْخَيْرِ وَحَذَّرَهُمْ مِنَ الشَّرِّ، نَحْمَدُهُ سُبْحَانَهُ عَلَى نِعَمِهِ الظَّاهِرَةِ وَالْبَاطِنَةِ، وَنَسْتَغْفِرُهُ مِنَ الذُّنُوْبِ وَالزَّلَّاتِ، وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ عَمَلٍ لَا يُرْضِيْهِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ

أَمَّا بَعْدُ. فَيَاأَيُّهَا النَّاسُ أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. فَقَالَ اللهُ تَعَالَى اِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ يٰأَيُّهَا الَّذِيْنَ أٰمَنُوْا صَلُّوْا
عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا.

اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى أٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلٰى سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَعَلٰى اٰلِ سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى اٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلٰى سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَعَلٰى اٰلِ سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ فِي الْعَالَمِيْنَ اِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. اَللّٰهُمَّ وَارْضَ عَنِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ. وَعَنْ اَصْحَابِ نَبِيِّكَ اَجْمَعِيْنَ. وَالتَّابِعِبْنَ وَتَابِعِ التَّابِعِيْنَ وَتَابِعِهِمْ اِلٰى يَوْمِ الدِّيْنِ.

اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ. اَللّٰهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالطَّاعُوْنَ وَالْاَمْرَاضَ وَالْفِتَنَ مَا لَا يَدْفَعُهُ غَيْرُكَ عَنْ بَلَدِنَا هٰذَا اِنْدُوْنِيْسِيَّا خَاصَّةً وَعَنْ سَائِرِ بِلَادِ خِرَةِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ.

رَبَّنَا اٰتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْاٰ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.عِبَادَ اللهِ اِنَّ اللّٰهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْاِحْسَانِ وَاِيْتَاۤئِ ذِى الْقُرْبٰى وَيَنْهٰى عَنِ الْفَحْشَاۤءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلٰى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ اَكْبَرُ

--------
Alwi Jamalulel Ubab, Penulis Tinggal di Indramayu

Baca Artikel Selengkapnya