Masjid adalah salah satu media syiar terbesar dalam Islam dan memiliki peran yang sangat penting. Sejak masa Rasulullah, masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah shalat, tetapi juga menjadi pusat peradaban Islam. Oleh karena itu, memahami fungsi masjid secara utuh merupakan bagian dari upaya memakmurkan rumah Allah swt ini.
Naskah khutbah Jumat ini berjudul: “Khutbah Jumat: 6 Langkah Memaksimalkan Fungsi Masjid dalam Kehidupan Umat”. Untuk mencetak naskah khutbah Jumat ini, silakan klik ikon print berwarna merah di atas atau di bawah artikel ini (pada tampilan desktop). Semoga bermanfaat!
Khutbah I
الْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، وَبِهِ نَسْتَعِيْنُ عَلَى أُمُوْرِ الدُّنْيَا وَالدِّيْنِ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ اْلأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ، نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعَلَى اٰلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَالتَّابِعِيْنَ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلىَ يَوْمِ الدِّيْنِ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا الله وَحْدَه لَاشَرِيْكَ لَهُ الْمَلِكُ الْحَقُّ اْلمُبِيْن. وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَـمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ صادِقُ الْوَعْدِ اْلأَمِيْن. أَمَّا بَعْدُ فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ. اِتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ. فَقَالَ اللهُ تَعَالَى: اِنَّمَا يَعْمُرُ مَسٰجِدَ اللّٰهِ مَنْ اٰمَنَ بِاللّٰهِ وَالْيَوْمِ الْاٰخِرِ وَاَقَامَ الصَّلٰوةَ وَاٰتَى الزَّكٰوةَ وَلَمْ يَخْشَ اِلَّا اللّٰهَ ۗفَعَسٰٓى اُولٰۤىِٕكَ اَنْ يَّكُوْنُوْا مِنَ الْمُهْتَدِيْنَ
Ma’asyiral Muslimin, hadirin jamaah Jumat rahimakumullah,
Ketika mendengar kata masjid, kebanyakan kita langsung membayangkan tempat untuk melaksanakan ibadah shalat berjamaah. Hal ini tentu saja benar. Namun sejatinya, fungsi masjid jauh lebih luas daripada sekadar tempat ibadah shalat.
Pada masa Rasulullah SAW, masjid menjadi pusat aktivitas umat Islam. Dari masjid lahir pendidikan, dakwah, pelayanan sosial, bahkan pengambilan keputusan penting bagi kemaslahatan masyarakat.
Di antara peran masjid sebagai tempat berbagai aktivitas untuk kemaslahatan disebutkan oleh Imam al-Zarkasyi dalam kitab I’lamus Sajid bi Ahkamil Masajid:
يُسْتَحَبُّ عَقْدُ حِلَقِ الْعِلْمِ فِي الْمَسَاجِدِ، وَذِكْرُ الْمَوَاعِظِ وَالرَّقَائِقِ وَنَحْوِهَا، وَالْأَحَادِيثُ الصَّحِيحَةُ فِي ذٰلِكَ كَثِيرَةٌ مَشْهُورَةٌ.
Artinya: “Disunnahkan mengadakan majelis ilmu di masjid, serta menyampaikan nasihat, renungan hati (raqa’iq), dan semacamnya. Hadits-hadits sahih tentang hal ini sangat banyak dan masyhur.”
Dalam banyak riwayat juga disebutkan bahwa masjid sejak zaman Rasulullah bukan dibangun sebagai media eksklusif yang kaku dan sunyi. Masjid adalah nadi kehidupan umat Islam yang mampu melahirkan keputusan-keputusan penting bagi kemaslahatan.
Oleh karena itu pada kesempatan mulia ini, mari kita melakukan ikhtiar untuk memaksimalkan peran dan fungsi masjid melalui inspirasi 6 huruf yang merupakan akronim dari kata MASJID yakni M, A, S, J, I, dan D.
Ma’asyiral Muslimin, hadirin jamaah Jumat rahimakumullah,
Pertama, adalah huruf M, yang bisa kita maknai sebagai Musyawarah. Masjid bisa kita maksimalkan sebagai media untuk berkumpulnya warga dalam menyelesaikan permasalahan yang membutuhkan solusi bersama. Rasulullah SAW sendiri sering bermusyawarah dengan para sahabat di Masjid Nabawi untuk membahas berbagai persoalan umat.
Dari musyawarah akan lahir berbagai gagasan dan keputusan yang membawa kemaslahatan bersama. Melalui musyawarah, persoalan di masyarakat dapat diselesaikan dengan penuh kebijaksanaan, persatuan, dan semangat kebersamaan. Masjid harus mampu menjadi tempat bertemunya para tokoh, ulama, pemuda, dan seluruh jamaah dalam merancang program-program yang bermanfaat bagi lingkungan.
Dengan budaya musyawarah, perbedaan tidak menjadi sumber perpecahan, tetapi menjadi kekuatan untuk mencari solusi terbaik. Dari masjid tumbuh semangat persatuan dan kekeluargaan.
Kedua, adalah A yang bisa kita maknai sebagai Akhlak. Masjid bisa dijadikan sebagai tempat pembinaan akhlak pribadi Muslim yang akan berdampak besar pada akhlak masyarakat dan kesalehan secara umum. Bukan hanya kesalehan individual namun juga kesalehan sosial.
Dari masjid lahir pribadi-pribadi yang jujur, amanah, santun, rendah hati, menghormati sesama, beriman dan bertakwa. Allah swt berfirman:
وَلَوْ اَنَّ اَهْلَ الْقُرٰٓى اٰمَنُوْا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكٰتٍ مِّنَ السَّمَاۤءِ وَالْاَرْضِ وَلٰكِنْ كَذَّبُوْا فَاَخَذْنٰهُمْ بِمَا كَانُوْا يَكْسِبُوْنَ ٩٦
Artinya: “Sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, niscaya Kami akan membukakan untuk mereka berbagai keberkahan dari langit dan bumi. Akan tetapi, mereka mendustakan (para rasul dan ayat-ayat Kami). Maka, Kami menyiksa mereka disebabkan oleh apa yang selalu mereka kerjakan. (QS Al-A’raf: 96)
Iman, takwa, dan akhlakul karimah menjadi cerminan keberhasilan pendidikan di masjid. Sejatinya, masjid merupakan tempat menanamkan nilai-nilai kesopanan, kasih sayang, saling menghormati dan keteladanan kepada generasi muda.
Hal ini sesuai dengan misi besar Rasulullah yang disebutkan dalam hadits yang diriwayatkan dari Abu Hurairah RA:
إِنَّمَا بُعِثْتُ لأُتَمِّمَ مَكَارِمَ الأَخْلاقِ
Artinya: “Sesungguhnya aku diutus hanya untuk menyempurnakan keshalihan akhlak.” (HR. Al-Baihaqi).
Di antara kegiatan konkret terkait pembinaan akhlak ini adalah menjadikan masjid sebagai pusat kampanye anti perundungan (bullying), edukasi anti kekerasan dalam rumah tangga, kegiatan, kelas parenting bagi orang tua dan pusat gerakan anti kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak.
Ketiga adalah S yang bisa kita maknai sebagai Sosial. Masjid adalah rumah bagi seluruh umat Islam tanpa membedakan status sosial, ekonomi, maupun latar belakang. Dari masjid kita bisa menumbuhkan rasa persaudaraan dan kebersamaan dan memperkuat kepedulian terhadap fakir miskin, anak yatim, kaum dhuafa, serta masyarakat yang sedang mengalami kesulitan.
Di antara kegiatan sosial yang bisa dilakukan adalah santunan, gotong royong, layanan ambulans gratis, donor darah dan bakti sosial. Dengan kegiatan ini bukan hanya ramai oleh jamaah yang datang, tetapi juga ramai oleh semangat saling membantu dan saling menguatkan.
Keempat adalah J yang bisa kita maknai sebagai Jihad. Perlu kita pahami bahwa jihad tidak selalu berarti peperangan. Jihad adalah kesungguhan dalam berjuang menegakkan kebaikan dan menghadapi berbagai tantangan kehidupan. Masjid menjadi tempat membangun semangat perjuangan, keikhlasan, dan pengorbanan.
Jihad pada zaman sekarang dapat diwujudkan dengan menuntut ilmu, mendidik generasi muda, memberantas kebodohan, menjaga persatuan, serta bekerja dengan sungguh-sungguh demi kemajuan umat dan bangsa.
Masjid harus melahirkan generasi yang tangguh, memiliki semangat berjuang, serta siap memberikan manfaat bagi agama, masyarakat, dan negara. Salah satu upaya konkret adalah dengan membangun Lembaga Pendidikan mulai dari Taman Pendidikan Al-Qur’an sampai dengan Lembaga Pendidikan formal.
Kelima adalah I yang bermakna Ibadah. Inilah fungsi utama masjid yang paling banyak kita ketahui. Fungsi utama masjid adalah sebagai tempat beribadah kepada Allah swt dengan melaksanakan shalat berjamaah, membaca Al-Qur'an, berzikir, berdoa, dan sejenisnya.
Ibadah yang dilakukan di masjid menjadi sumber kekuatan batin dan spiritual yang akan melahirkan ketenangan jiwa dan keteguhan dalam menghadapi berbagai persoalan kehidupan. Dari masjid, kita memperoleh bekal untuk menjalani kehidupan dengan penuh keimanan dan ketakwaan.
Karena itu, memakmurkan masjid dengan berbagai kegiatan ibadah merupakan tanggung jawab kita bersama. Allah berfirman:
اِنَّمَا يَعْمُرُ مَسٰجِدَ اللّٰهِ مَنْ اٰمَنَ بِاللّٰهِ وَالْيَوْمِ الْاٰخِرِ وَاَقَامَ الصَّلٰوةَ وَاٰتَى الزَّكٰوةَ وَلَمْ يَخْشَ اِلَّا اللّٰهَۗ فَعَسٰٓى اُولٰۤىِٕكَ اَنْ يَّكُوْنُوْا مِنَ الْمُهْتَدِيْنَ ١٨
Artinya: “Sesungguhnya yang (pantas) memakmurkan masjid-masjid Allah hanyalah orang yang beriman kepada Allah dan hari Akhir, mendirikan salat, menunaikan zakat, serta tidak takut (kepada siapa pun) selain Allah. Mereka itulah yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk.” (QS At-Taubah: 18)
Terakhir adalah D yakni Dakwah. Masjid harus kita jadikan sebagai pusat dakwah dengan berbagai macam bentuknya. Dakwah dilakukan bukan hanya dengan ceramah-ceramah namun dengan bentuk lainnya seperti penguatan berbagai tradisi Islami dan kearifan lokal.
Masjid harus kita jadikan sebagai media dakwah Islam rahmatan lil alamin yang yang ramah bagi semua kalangan.
Di antara dakwah lain yang bisa dilakukan seperti menjadikan masjid ramah lingkungan dengan pengelolaan sampah serta pengurangan penggunaan plastik, pusat pertanian dan hidroponik untuk mendukung ketahanan pangan masyarakat, bank sampah dan program penghijauan, dan program kekinian seperti pusat literasi, dan pemanfaatan media sosial untuk menyebarkan dakwah yang menyejukkan dan mencerdaskan.
Ma’asyiral Muslimin, hadirin jamaah Jumat rahimakumullah,
Demikian tadi beberapa ikhtiar yang bisa kita lakukan untuk memaksimalkan peran dan fungsi masjid kita. Semoga kita bisa memakmurkan masjid kita dengan berbagai cara di antaranya untuk media musyawarah, pembinaan akhlak, kegiatan sosial, penguatan jihad, peningkatan kualitas dan kuantitas ibadah, dan juga media dakwah. Amin.
أقول قولي هذا وأستغفر الله العظيم لي ولكم، فاستغفروه إنه هو الغفور الرحيم. بَارَكَ الله لِي وَلَكُمْ فِي اْلقُرْآنِ اْلعَظِيْمِ وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنْ آيَةِ وَذِكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا فَأسْتَغْفِرُ اللهَ العَظِيْمَ إِنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَّحِيْم
Khutbah II
الْحَمْدُ لِلّٰهِ وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ ثُمَّ الْحَمْدُ لِلّٰهِ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الَّذِيْ لَا نَبِيَّ بَعْدَهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ القِيَامَةِ. أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا النَّاسُ أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. فَقَالَ اللهُ تَعَالَى: إِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ، يٰأَ يُّها الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا.
اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدَنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِ سَيِّدَنَا مُحَمَّدٍ .اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ، اَلْأَحْياءِ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ. اَللّٰهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلَاءَ وَاْلوَبَاءَ والقُرُوْنَ وَالزَّلَازِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتَنِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا إِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ بُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عامَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ. اَللّٰهُمَّ أَرِنَا الْحَقَّ حَقًّا وَارْزُقْنَا اتِّبَاعَهُ وَأَرِنَا الْبَاطِلَ بَاطِلًا وَارْزُقْنَا اجْتِنَابَهُ. رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. وَاَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَ
عبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتاءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشاءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ، وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ
------------
H Muhammad Faizin, Ketua PCNU Kabupaten Pringsewu, Lampung

2 jam yang lalu
2






English (US) ·
Indonesian (ID) ·