Kapolres Lampung Timur Nyatakan Keseriusan Ungkap Kasus Kematian Kader Fatayat NU, Riyas

8 jam yang lalu 1

Lampung Timur, NU Online

Kapolres Lampung Timur AKBP Heti Patmawati menegaskan komitmen untuk menuntaskan kasus pembunuhan Riyas, kader Fatayat NU Kecamatan Labuhan Ratu, saat Silaturahim Kamtibmas di Pondok Pesantren Darul Fattah, Way Bungur, Lampung Timur, Provinsi Lampung pada Jumat malam (5/6/2026).


Silaturahim tersebut merupakan bagian dari upaya Polres Lampung Timur membangun kemitraan dengan tokoh agama dan organisasi kemasyarakatan guna mewujudkan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) yang kondusif di Kabupaten Lampung Timur.


Kapolres hadir didampingi Wakapolres Kompol Maryadi, Kasat Reskrim AKP Stefanus Boyoh, Kasat Intelkam, Kasat Lantas, Kasat Binmas, dan Kasi Propam Polres Lampung Timur. Rombongan disambut langsung oleh Pengasuh Ponpes Darul Fattah sekaligus Ketua PC GP Ansor Lampung Timur, KH M. Muslih.


Turut hadir dalam pertemuan tersebut Kapolsek Way Bungur, Kepala Desa Toto Projo Hisam, Sekretaris MWC NU Way Bungur Kristanto Kusna Dinata, Ketua PAC GP Ansor Way Bungur Agus Imron Su’aidy, serta jajaran pengurus Ponpes Darul Fattah.


AKBP Heti Patmawati menyampaikan apresiasi atas kontribusi GP Ansor dalam menjaga stabilitas keamanan di Lampung Timur. Menurutnya, struktur organisasi GP Ansor yang tersebar hingga tingkat desa memiliki peran strategis dalam mendukung terciptanya situasi yang aman dan kondusif.


Pada kesempatan itu, Kapolres juga menegaskan bahwa pengungkapan kasus pembunuhan Riyas masih menjadi salah satu prioritas utama Polres Lampung Timur.


“Kami sangat memprioritaskan pengungkapan kasus terbunuhnya kader Fatayat NU ini. Seluruh kekuatan sedang kami kerahkan, bahkan beberapa waktu lalu kami juga dibantu tim dari Mabes Polri untuk mempercepat pengungkapan kasus tersebut. Malam ini saya sengaja mengajak Kasat Reskrim agar Pak Kiai dapat berkomunikasi langsung dengan tim kami yang sedang bekerja. Kami serius, meskipun sampai saat ini hasil yang diharapkan belum tercapai,” ujar AKBP Heti Patmawati.


Kapolres juga memohon doa dan dukungan dari para ulama, santri, serta kader muda Nahdlatul Ulama agar jajaran kepolisian diberikan kemudahan dalam menuntaskan kasus tersebut.


Sementara itu, KH M. Muslih menyampaikan terima kasih atas kunjungan dan silaturahmi yang dilakukan jajaran Polres Lampung Timur. Menurutnya, pertemuan tersebut menjadi ruang komunikasi yang positif antara masyarakat dan kepolisian, khususnya terkait perkembangan penanganan kasus pembunuhan Riyas.


"Kami menyambut baik silaturahmi Kamtibmas ini. Semoga membawa manfaat besar dan membuka ruang informasi yang positif dalam upaya mengungkap kasus Mbak Riyas," kata Muslih.


Tokoh muda NU Lampung Timur tersebut mengaku seluruh keluarga besar Ansor, Banser, dan Fatayat NU Lampung Timur masih merasakan duka mendalam atas meninggalnya Riyas. Karena itu, mereka berharap proses hukum dapat segera menemukan titik terang.

“Kami mengapresiasi langkah-langkah Polres Lampung Timur dalam menjaga Kamtibmas dan mengungkap berbagai kasus kriminal yang terjadi di daerah ini. Namun kami juga berharap kasus pembunuhan sahabat kami dapat segera terungkap sehingga rasa keadilan benar-benar dirasakan oleh seluruh masyarakat, termasuk masyarakat kecil seperti Mbak Riyas,” ujarnya.


Dosen Hukum Universitas Ma’arif Lampung itu menambahkan, silaturahmi yang dilakukan Polres Lampung Timur memberikan harapan baru bagi keluarga besar NU untuk terus mempercayakan penanganan kasus tersebut kepada kepolisian.


“Melalui silaturahmi Kamtibmas malam ini, setidaknya ada harapan keadilan yang kami dapatkan. Karena itu, kami masih dan akan terus mempercayakan persoalan ini kepada kepolisian, khususnya Polres Lampung Timur,” tegasnya.


Kegiatan silaturahmi ditutup dengan dialog dan diskusi mengenai kondisi keamanan di Lampung Timur serta penguatan sinergi antara kepolisian, ulama, dan organisasi kepemudaan dalam menjaga persatuan dan ketertiban masyarakat.

Baca Artikel Selengkapnya