Kapal Tanker Kena Hantam Proyektil, Selat Hormuz Bikin Waswas Lagi

2 jam yang lalu 2

Jakarta, CNN Indonesia --

Sebuah "proyektil tak dikenal" menghantam sebuah kapal tanker minyak di lepas pantai Oman, dekat Selat Hormuz, hingga memicu kebakaran, pada Senin (6/7).

Badan keamanan maritim Inggris, United Kingdom Maritime Trade Operations (UKMTO), melaporkan insiden tersebut terjadi sekitar delapan mil laut di sebelah timur Limah, Oman, yang berada dekat Selat Hormuz, salah satu jalur pelayaran minyak terbesar di dunia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Insiden ini terjadi meskipun Amerika Serikat dan Iran telah menyepakati gencatan senjata serta tengah berupaya mencapai kesepakatan damai yang bersifat jangka panjang.

"Sebuah kapal tanker melaporkan telah dihantam proyektil tak dikenal di sisi kiri (port side), yang menyebabkan kebakaran saat kapal sedang berlayar ke arah selatan," kata UKMTO dalam unggahan di X.

Lembaga tersebut menyatakan tidak ada laporan mengenai korban jiwa maupun kerusakan lingkungan akibat insiden tersebut.

"Kapal-kapal diimbau berlayar dengan hati-hati dan melaporkan setiap aktivitas mencurigakan kepada UKMTO," tambah badan tersebut.

UKMTO juga mengatakan pihak berwenang sedang melakukan penyelidikan terkait insiden terbaru di Selat Hormuz ini.

Selat Hormuz menjadi pusat ketegangan selama perang AS dan Iran pecah sejak 28 Februari lalu. Iran memblokade jalur perairan tersebut hingga membuat seluruh kapal komersial terutama kapal tanker minyak terjebak tidak bisa keluar masuk jalur perdagangan minyak itu.

Sejumlah kapal tanker hingga kargo bahkan turut menjadi sasaran serangan udara hingga memicu lonjakan tajam harga minyak global.

Dikutip AFP, AS merespons dengan melakukan blokade lautnya sendiri dan kemudian melancarkan serangan balasan terhadap Iran setelah menuduh Teheran menyerang kapal-kapal komersial.

Lalu lintas pelayaran kembali normal setelah Washington dan Teheran menandatangani nota kesepahaman (MoU) di Swiss bulan lalu yang bertujuan mengakhiri konflik dan membuka kembali jalur strategis tersebut.

Namun, Iran menegaskan tidak akan kembali pada pengaturan sebelum perang, di mana kapal-kapal dapat melintas dengan bebas melalui selat itu.

Teheran juga memperingatkan kapal-kapal agar tidak menggunakan jalur di luar koridor yang telah ditetapkannya di sepanjang garis pantainya.

Selat Hormuz merupakan gerbang maritim utama bagi ekspor energi dari kawasan Teluk menuju pasar internasional, khususnya di Asia.

Menurut US Energy Information Administration, sekitar 20 juta barel minyak mentah melintasi jalur perairan tersebut setiap hari sepanjang 2024, atau sekitar seperlima dari total pasokan minyak mentah dunia.

(rds)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Baca Artikel Selengkapnya