Ini Negara yang Pernah Menggugat Bendera 'Merah Putih' RI

1 jam yang lalu 2

Jakarta, CNN Indonesia --

Salah satu negara di Benua Eropa pernah menggugat bendera 'Merah Putih' Indonesia pada awal-awal kemerdekaan RI.

Bendera merah putih milik Indonesia, bukan sekadar simbol negara tapi juga mengandung nilai perjuangan bangsa.

Sebab dijahit oleh Fatmawati, istri Presiden Sukarno menjelang kemerdekaan. Selain itu, merah putih juga merupakan simbol kerajaan-kerajaan yang ada di nusantara.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Catatan sejarah mengungkapkan warna merah dan putih terinspirasi dari warna panji atau pataka bendera Kerajaan Majapahit pada abad ke-13.

Dalam pararaton (kitab raja-raja), dijelaskan bahwa bendera merah dan putih dianggap sebagai lambang kebesaran kerajaan seperti bendera perang yang digunakan Sisingamangaraja IX, bendera berwarna merah dengan dua pedang kembar Piso Gaja Dompak (pusaka Sisingamaharaja I-IX) berwarna putih.

Bahkan Kerajaan Bone Sulawesi Selatan menjadikan bendera merah putih atau yang biasa disebut Woromporong sebagai simbol kekuasaan dan kebesaran kerajaan.

"Namun, bukan sekadar memaknai arti keberanian dan kesucian, warna merah dan putih juga berkaitan dengan nilai budaya Indonesia. Dalam tradisi Jawa, merah dan putih dilambangkan sebagai gula merah dan nasi putih karena keduanya merupakan bahan makanan pokok masyarakat Indonesia," dikutip dari situs sekretariat negara.

Sebagai sebuah simbol negara, penggunaan Bendera Merah Putih sendiri diatur oleh UU Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara, serta Lagu Kebangsaan.

Dalam Pasal 1 ayat (1) dijelaskan dalam Undang-undang yang dimaksud Bendera Negara Kesatuan Republik Indonesia yang selanjutnya disebut Bendera Negara adalah Sang Merah Putih. Demikian pula untuk ukuran Bendera Negara yang telah ditetapkan dalam Pasal 4 ayat (3), disebutkan ukuran untuk penggunaan di lapangan Istana Kepresidenan yaitu 200x300cm.

Sementara bendera Monako mengesahkan bendera merah putih horizontal secara resmi pada 4 April 1881 di bawah kepemimpinan Pangeran Charles III, yang berasal dari Wangsa Grimaldi.

Bendera nasional yang digunakan oleh warga negara biasa, yang juga dikibarkan di Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk mewakili Monako, menampilkan warna-warna yang berasal dari lambang negara.

Lambang kerajaan yang kompleks , yang elemen desain utamanya berasal dari ratusan tahun yang lalu, digambarkan secara lengkap pada bendera putih untuk dipajang di gedung-gedung pemerintah. Perisai pada lambang kerajaan, yang menjadi asal warna seragam, terdiri dari belah ketupat atau berlian merah dan putih yang berselang-seling. Seperti halnya banyak lambang heraldik, makna asli dari belah ketupat tersebut tidak jelas.

Bendera ini berupa dwiwarna horizontal sederhana berwarna merah di atas putih, penggunaan warna heraldik tradisional.

Penggunaan warna-warna ini dapat ditelusuri kembali setidaknya hingga tahun 1339, meskipun bendera Monako awal menampilkan banyak variasi grafis. Kemiripan bendera Monako dengan bendera Indonesia murni kebetulan, seperti dikutip Britannica.

Pernah minta diganti

Karena kesamaan warna tersebut, Monako sempat menolak mengakui bendera Indonesia usai diadopsi pada 1945. Mereka bahkan menuntut RI mengganti simbol negara.

Namun Indonesia menolak permintaan Monako dengan dasar bahwa pilihan warna bendera berdasarkan sejarah yang diambil dari simbol kebesaran Kerajaan Majapahit, demikian dikutip dari World Atlas.

Hingga saat ini tidak ada lagi permintaan pergantian warna bendera. Di markas Besar PBB, kedua bendera dari Indonesia dan Monako sama-sama berkibar, tapi tidak membuat bingung karena keduanya dibedakan oleh ukuran rasio dan sejarah.

Monako memiliki rasio bendera yang sedikit lebih pendek.

(imf/bac)

Baca Artikel Selengkapnya