Bukan Lebih Canggih, Ini Alasan Sebenarnya AS Kirim George Washington Gantikan Lincoln

1 jam yang lalu 1

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Setelah lebih dari 260 hari pengerahan USS Abraham Lincoln, Amerika Serikat (AS) kini menggerakkan kapal induk USS George Washington dari Asia menuju Timur Tengah. Kapal induk bertenaga nuklir yang selama ini menjadi salah satu simbol utama kehadiran militer AS di Pasifik barat itu diperkirakan akan menggantikan Abraham Lincoln yang telah menjalani penugasan panjang dalam perang melawan Iran.

Pergantian itu sekilas terlihat seperti Washington mengirim kapal induk yang lebih baru dan lebih kuat ke medan perang. Kenyataannya, George Washington dan Abraham Lincoln merupakan saudara dekat: keduanya berasal dari kelas Nimitz, sama-sama bertenaga nuklir, telah menjalani overhaul besar pertengahan usia, dan membawa paket kekuatan udara yang secara teknologi sangat mirip.

Karena itu, arti strategis kedatangan George Washington bukan terletak pada lonjakan daya hancur dibandingkan Lincoln. Pentagon pada dasarnya sedang mengganti satu pangkalan udara terapung yang telah dipaksa bekerja sangat lama dengan carrier lain yang sudah berada dalam kondisi dikerahkan dan membawa air wing siap operasi.

Perjalanan dari Vietnam ke Laut Andaman

Angkatan Laut AS mengonfirmasi George Washington Carrier Strike Group meninggalkan Da Nang, Vietnam, pada 5 Agustus 2026 setelah menyelesaikan kunjungan terjadwal. Kapal induk tersebut saat itu berlayar bersama kapal penjelajah berpeluru kendali USS Robert Smalls dan kapal perusak berpeluru kendali USS Shoup serta membawa Carrier Air Wing Five atau CVW-5.

Perjalanan kelompok tempur itu kemudian berlanjut ke arah barat. Seorang pejabat Angkatan Laut AS mengonfirmasi kepada USNI News bahwa George Washington, Robert Smalls dan Shoup melintasi Selat Singapura, kemudian berada di Selat Malaka pada 13 Agustus.

USNI News sehari kemudian melaporkan kelompok George Washington telah melewati Selat Malaka dan memasuki Laut Andaman. Pergerakan tersebut menempatkan kapal pada jalur menuju Samudra Hindia dan kemudian kawasan Timur Tengah, tetapi militer AS tidak mengumumkan koordinat aktual kapal secara terus-menerus karena pertimbangan keamanan operasi.

Associated Press melaporkan George Washington diperkirakan menggantikan Abraham Lincoln sebagai salah satu kapal induk AS yang dikerahkan ke Timur Tengah. Karena pergantian itu belum diumumkan secara resmi telah selesai, menyebut George Washington sudah mengambil alih posisi Lincoln di Laut Arab akan mendahului fakta yang tersedia.

Abraham Lincoln sendiri masih tercatat beroperasi di Laut Arab setelah tiba di kawasan tersebut pada Januari. Pada 13 Agustus, USNI News mencatat kapal itu telah menjalani 265 hari pengerahan dan 241 hari berturut-turut di laut, setelah rencana kepulangannya pada Mei tertunda akibat perang Iran.

Kondisi itu menjadi kelanjutan dari laporan sebelumnya mengenai tekanan terhadap awak, pasokan dan daya tahan kapal setelah pengerahan berkepanjangan. Angkatan Laut AS membantah adanya peningkatan laporan keinginan ataupun percobaan bunuh diri di kapal, tetapi mengakui pengerahan panjang memberikan tekanan besar kepada personel dan keluarga mereka.

Baca Artikel Selengkapnya