ICX nilai mekanisme buyback bangun ekosistem investasi lebih sehat

2 jam yang lalu 1

Jakarta (ANTARA) - Indonesia Crowdfunding Exchange (ICX) menilai kemampuan perusahaan platform crowdfunding yang memberikan keuntungan (exit) kepada investor melalui mekanisme buyback (pembelian kembali saham) menjadi salah satu tolok ukur membangun ekosistem investasi yang lebih sehat.

Direktur Utama Indonesia Crowdfunding Exchange Romario Sumargo mengatakan mekanisme exit investasi yang jelas, seperti buyback, tidak lagi sekadar menjadi nilai tambah, melainkan pilar utama penentu kredibilitas sebuah platform dalam menjaga kepercayaan investor jangka panjang.

"Keberhasilan sebuah platform tidak hanya diukur dari seberapa cepat dana dihimpun di awal. Yang jauh lebih penting adalah bagaimana perusahaan yang memperoleh pendanaan mampu bertumbuh, menciptakan nilai, dan menjaga kepercayaan investor dalam jangka panjang," kata Romario dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Kamis.

Romario mengatakan industri securities crowdfunding (SCF) akan semakin matang seiring meningkatnya literasi risiko investor. Dengan penguatan tata kelola, manajemen risiko, dan kualitas kurasi penerbit, masa depan industri investasi dalam beberapa tahun ke depan akan menunjukkan tren positif.

Komitmen ini yang dilakukan ICX sebagai platform crowdfunding yang berhasil mengeksekusi mekanisme buyback kepada para pemodal dengan total nilai kumulatif mencapai lebih dari Rp71 miliar sampai pertengahan tahun 2026. Eksekusi exit investasi ini telah berhasil mendistribusikan kembali hak investasi kepada 7.924 investor pemodal di seluruh Indonesia.

Romario mengatakan dari 46 penerbit, 16 di antaranya yang pernah difasilitasi ICX melihat sektor makanan dan minuman serta properti menjadi industri yang paling dominan dalam merealisasikan komitmen buyback.

Keberhasilan para penerbit dalam melakukan buyback ini didorong oleh beberapa faktor utama, antara lain efisiensi pemanfaatan modal pasca-pendanaan, perputaran arus kas (cash flow) yang sehat, serta tata kelola bisnis yang baik.

Berkat mekanisme ini, ICX telah memfasilitasi penghimpunan dana hingga Rp233 miliar dari 23 ribu pemodal dan dibagikan kepada 46 penerbit.

Langkah ICX untuk mengejar akselerasi pasar juga diimbangi dengan keterbukaan informasi yang tinggi. ICX secara transparan mengumumkan adanya 4 penerbit yang mengalami stagnasi operasional dan kesulitan usaha.

Sebagai bentuk kepatuhan terhadap regulasi OJK, ICX menerapkan prosedur penanganan terstruktur dengan menjatuhkan status delist pada 1 penerbit, sementara 3 lainnya sedang dalam proses delisting dan fasilitasi penyelesaian hak pemodal semaksimal mungkin.

Baca juga: Sucor Sekuritas menjalin kolaborasi dengan ICX untuk kembangkan UKM

Baca juga: LandX lakukan rebranding menjadi ICX guna perkuat pendanaan startup

Pewarta: Fitra Ashari
Editor: Kelik Dewanto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Baca Artikel Selengkapnya