BSI harap kerja sama dengan LRT dapat dorong nasabah emas capai 2 juta

2 minggu yang lalu 27
Kami melihat segmen (anak muda) inilah yang banyak menggunakan public transport (transportasi publik), termasuk LRT

Jakarta (ANTARA) - PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) berharap kolaborasi naming rights dengan PT Moda Integrasi Transportasi Jabodetabek (MITJ) di Stasiun LRT Dukuh Atas dapat mendorong pertumbuhan nasabah bulion menjadi 2 juta orang tahun ini.

Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo menuturkan, saat ini perseroan memiliki 1 juta nasabah tabungan emas yang sebagian besar merupakan generasi muda.

“Kami melihat segmen (anak muda) inilah yang banyak menggunakan public transport (transportasi publik), termasuk LRT,” ucap Anggoro Eko Cahyo dalam Launching LRT Dukuh Atas Bank Syariah Indonesia di Jakarta, Jumat.

Pihaknya pun memandang stasiun LRT sebagai lokasi strategis untuk memperluas awareness dan pemahaman masyarakat terkait layanan bank emas, sehingga dapat mendorong peningkatan jumlah nasabah bulion perseroan.

“Jadi, kalau ditanya peningkatan berapa yang akan kami kejar untuk tabungan emas, tentu tahun ini kami menargetkan menjadi 2 juta penabung emas, salah satunya adalah dengan titik strategis seperti (Stasiun LRT Dukuh Atas) ini,” lanjut Anggoro.

Ia pun mengajak masyarakat untuk mulai menabung emas sekarang, mengingat harga emas yang cenderung lebih terjangkau dibandingkan beberapa bulan lalu.

Ia menyatakan, emas adalah instrumen yang memiliki ketahanan (resilience) yang baik di berbagai kondisi, seperti saat COVID-19 maupun krisis moneter.

“Dan kami mengajak (masyarakat untuk mulai menabung emas) hari ini, kenapa? Karena mumpung harga emasnya agak mulai melandai. Jadi silahkan mulai,” ujar Anggoro.

Direktur Utama MITJ Fuad IZ Fachroeddin menyampaikan, Stasiun LRT Dukuh Atas merupakan titik paling strategis dalam jaringan transportasi modern di wilayah Jabodetabek karena menghubungkan lima moda transportasi sekaligus.

Kelima transportasi publik tersebut adalah Stasiun LRT Dukuh Atas, Stasiun MRT Dukuh Atas, Stasiun KRL Sudirman, Stasiun Kereta Bandara BNI City, serta Halte Transjakarta Galunggung.

“Sehingga sangat strategis keberadaan Bank Syariah Indonesia mengambil posisi (naming rights) di (Stasiun LRT) Dukuh Atas selain memang adalah prominent financial district (kawasan ekonomi utama) yang ada di kota Jakarta,” kata Fuad.

Baca juga: BSI: Portofolio pembiayaan griya capai Rp60 triliun hingga Maret 2026

Baca juga: BSI catat pembiayaan capai Rp328,54 triliun pada kuartal I 2026

Pewarta: Uyu Septiyati Liman
Editor: Ahmad Wijaya
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Baca Artikel Selengkapnya