Wamenkeu nilai PFII di Bali buka peluang baru selain pariwisata 

2 jam yang lalu 3

Denpasar (ANTARA) - Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Juda Agung menilai kehadiran Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII) dengan Bali ditunjuk sebagai salah satu lokasi, membuka peluang baru pertumbuhan ekonomi baru Pulau Dewata selain pariwisata.

Wamenkeu melalui siaran pers Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Bali diterima di Denpasar, Jumat, mengajak jajaran Kementerian Keuangan di Bali untuk turut berkoordinasi dengan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan kalangan akademisi dalam mendukung terlaksananya kawasan strategis tersebut.

Juda di sela Townhall Meeting "Kemenkeu Satu Bali" di Aula Balai Diklat Keuangan Denpasar, Kamis (30/7) mengaku optimistis terhadap prospek perekonomian Bali yang semakin beragam ke depan, seiring langkah pemerintah memperkuat diversifikasi ekonomi daerah di luar sektor pariwisata.

Pemerintah menegaskan pembentukan PFII merupakan langkah strategis untuk membangun arsitektur baru sektor keuangan nasional yang mampu memperkuat daya saing Indonesia di tingkat global, sekaligus tetap mengedepankan kepentingan nasional.

Baca juga: Airlangga ungkap lokasi PFII bakal disiapkan di Jakarta dan Bali

Sebelumnya, DPR RI mengesahkan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang PFII menjadi undang-undang dalam agenda Rapat Paripurna DPR RI ke-26 Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025-2026 di Jakarta pada Selasa (21/7).

Dengan lahirnya peraturan itu, Indonesia memiliki landasan hukum yang kuat untuk membangun pusat finansial internasional yang mampu menarik investasi berkualitas, memperkuat sektor jasa keuangan nasional, memperluas pembiayaan pembangunan, serta meningkatkan daya saing ekonomi Indonesia di tengah persaingan global.

Dalam kesempatan itu, Wamenkeu juga mengapresiasi capaian program prioritas yang dibiayai APBN dan telah dirasakan hasilnya oleh masyarakat, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), Sekolah Rakyat, dan Sekolah Garuda.

Di seluruh Indonesia, jumlah penerima manfaat MBG saat ini mencapai 63 juta jiwa setelah pemerintah melakukan penyempurnaan data secara cermat dari target awal sebesar 82,9 juta jiwa demi ketepatan sasaran.

Baca juga: Kadin: PFII berpotensi tarik family office China dan Hong Kong

Di Pulau Dewata, berdasarkan data Kanwil DJPb Bali selama periode Januari-Juni 2026, jumlah satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) di Bali sudah berdiri mencapai 277 unit.

Jumlah itu baru 55,73 persen dari target 497 unit SPPG di seluruh Bali dengan jumlah petugas mencapai 12.503 orang.

Sedangkan jumlah penerima manfaat MBG di seluruh Pulau Dewata mencapai 618.390 orang mulai pelajar taman kanak-kanak (TK), sekolah dasar (SD), ibu hamil, balita dan pelajar SMP dan SMA.

Di sisi lain, ia juga menekankan komitmen menjaga integritas dan kepercayaan publik, semangat toleransi nol terhadap korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN), serta percepatan transformasi digital sebagai wujud pelayanan yang terus berinovasi bagi publik luas.

Pewarta: Dewa Ketut Sudiarta Wiguna
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Baca Artikel Selengkapnya