Analis: Kinerja keuangan tentukan arah pergerakan saham pertambangan

2 jam yang lalu 2
Kinerja keuangan yang melampaui ekspektasi juga dapat menjadi pemicu penguatan harga saham dalam jangka pendek

Jakarta (ANTARA) - Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Nafan Aji Gusta menyampaikan bahwa kinerja laporan keuangan periode kuartal II-2026, akan menjadi salah satu katalis utama yang menentukan arah pergerakan saham-saham sektor pertambangan.

Ia menjelaskan investor akan mencermati dampak dari perbaikan harga komoditas global pada sebagian periode kuartal II-2026, terhadap peningkatan margin dan profitabilitas emiten sektor pertambangan.

“Emiten yang memiliki efisiensi operasional lebih baik, serta diversifikasi bisnis yang kuat berpotensi memperoleh respons pasar yang lebih positif. Kinerja keuangan yang melampaui ekspektasi juga dapat menjadi pemicu penguatan harga saham dalam jangka pendek,” ujar Nafan sebagaimana keterangan yang diterima di Jakarta, Jumat.

Nafan melihat saham-saham sektor pertambangan mulai mengalami rebound (berbalik menguat), termasuk saham pertambangan BUMN namun penguatannya masih bersifat selektif dan belum sepenuhnya membentuk tren naik yang kuat.

Untuk saham-saham pertambangan BUMN, Ia mengatakan investor tetap akan mencermati laporan keuangan, perkembangan proyek hilirisasi mineral, arah belanja modal (capex) serta prospek permintaan nikel dan batu bara ke depan.

"Apabila realisasi kinerja mampu melampaui ekspektasi pasar, peluang penguatan harga saham masih terbuka," ujar Nafan.

Seiring dengan itu, riset BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS) memproyeksikan pendapatan emiten-emiten sektor pertambangan logam pada kuartal II-2026 akan mencapai 4,5 miliar dolar AS atau tumbuh 12 persen quartal on quartal (qoq) dan tumbuh 38 persen year on year (yoy).

Baca juga: Mirae Asset: Pasar keuangan masih resilien usai Gubernur BI mundur

Baca juga: Mirae Asset ingatkan investor perkuat portofolio lewat diversifikasi

Namun demikian, kenaikan itu dinilai belum mencerminkan pemulihan volume produksi secara luas, melainkan lebih ditopang oleh faktor harga jual, waktu penjualan, pergerakan persediaan, serta bauran produk.

"Namun, untuk prospek semester II-2026, preferensi kami beralih ke ANTM, TINS, AMMN, INCO, NCKL, MBMA, dan BRMS," sebagaimana dikutip dari riset BRIDS.

Sebagai informasi, sejumlah saham-saham sektor pertambangan mencatatkan penguatan dalam satu bulan terakhir hingga penutupan perdagangan sesi I di BEI pada Jumat (31/07), diantaranya saham PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) menguat 33,55 persen ke posisi 4.140, dan saham PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) menguat 8,23 persen ke posisi 500.

Lalu, saham PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) menguat 14,74 persen ke posisi 895, saham PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) menguat 18,14 persen ke posisi 560 dan saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) menguat 10,81 ke level 2.870

Kemudian, saham PT Vale Indonesia Tbk (INCO) menguat 28,03 ke posisi 5.275, saham PT Bukit Asam Tbk (PTBA) menguat 2,62 persen ke posisi 2.350, dan saham PT Timah Tbk (TINS) menguat 14,98 persen ke posisi 3.760.

Selanjutnya, saham PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) menguat 10,18 persen ke posisi 2.490, PT Darma Henwa Tbk (DEWA) menguat 63,68 persen ke posisi 464, PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) menguat 25,00 persen ke posisi 900, PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) menguat 25,37 persen ke posisi 1,285, serta PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) menguat 12,26 persen ke posisi 24,725.

Baca juga: Mirae Asset Sekuritas lihat masih ada ruang kenaikan lanjutan BI-Rate

Baca juga: Mirae Asset: Pasar keuangan global dalam fase volatilitas tinggi

Pewarta: Muhammad Heriyanto
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Baca Artikel Selengkapnya