Bandarlampung (ANTARA) - Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Lampung Achmad P Subarkah mengatakan bahwa prospek perekonomian di Provinsi Lampung ke depan tetap tumbuh positif.
"Pada triwulan I 2026 ini Provinsi Lampung mengalami pertumbuhan ekonomi yang sangat baik dengan pertumbuhan 5,58 persen, dan menjadi peringkat kedua se-Sumatera. Oleh karena itu kita melihat bahwa prospek perekonomian Lampung itu tetap positif ke depannya dengan pertumbuhan direntang 5,00 sampai 5,60," ujar Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung Achmad P Subarkah di Bandarlampung, Rabu.
Ia mengatakan prospek perekonomian yang tetap tumbuh positif itu juga disebabkan oleh terjaganya inflasi yang masih sesuai rentang yang ditetapkan yaitu 2,5 plus minus satu persen. Dan Lampung masih dapat menjaga inflasi di antara 1,5 persen sampai 3,5 persen.
"Kemudian ada beberapa faktor yang bisa mendorong pertumbuhan ekonomi ke depan, yang pertama adalah kenaikan upah minimum provinsi (UMP) yang berdampak terhadap peningkatan daya beli masyarakat," katanya.
Dia melanjutkan kemudian ada beberapa proyek strategis nasional (PSN) yang bisa mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Lalu ada penguatan hilirisasi komoditas strategis di sektor pertanian.
"Oleh karena itu kami juga mendukung program Provinsi Lampung terkait hilirisasi beberapa komoditas utama, agar nilai tambahnya bisa dinikmati oleh Provinsi Lampung atau khususnya petani. Karena selama ini para petani saat panen itu langsung dijual mentah, sementara nilai tambah kalau kita membuat hilirisasinya itu lebih tinggi daripada dijual mentah setiap panen," tambahnya.
Menurut dia, beberapa sektor yang menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi Lampung di triwulan I 2026 akan tetap dijaga. Kalau dari sisi lapangan usaha sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan akan tetap dijaga.
Kedua adalah sektor pedagang besar dan eceran. Ini didorong momentum Lebaran dan juga Imlek. Sementara sektor yang ketiga adalah akomodasi makan dan minum mencatat pertumbuhan tinggi juga sebesar 12,43 persen.
"Hal tersebut menunjukkan memang Lampung itu sekarang menjadi salah satu destinasi, seperti wisata kuliner maupun wisata lainnya potensi-potensi ini harus tetap dijaga untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi tetap terjaga ke depan," ucap dia.
Baca juga: BI Lampung petakan daerah penghasil komoditas unggul dukung hilirisasi
Baca juga: BI dorong pertumbuhan ekosistem ekonomi dan keuangan syariah
Pewarta: Ruth Intan Sozometa Kanafi
Editor: Ahmad Wijaya
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.









English (US) ·
Indonesian (ID) ·