IHSG menguat ikuti bursa Asia seiring koreksi harga minyak global

56 menit yang lalu 1
IHSG dan Bursa regional Asia bergerak menguat yang didukung oleh meredanya tensi konflik dan ketegangan di Timur Tengah

Jakarta (ANTARA) - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu sore ditutup naik mengikuti penguatan bursa kawasan Asia seiring koreksi harga minyak mentah imbas meredanya ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dengan Iran.

IHSG ditutup menguat 35,36 poin atau 0,50 persen ke posisi 7.092,47. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 1,18 poin atau 0,17 persen ke posisi 682,76.

“IHSG dan Bursa regional Asia bergerak menguat yang didukung oleh meredanya tensi konflik dan ketegangan di Timur Tengah,” ujar Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus alias Nico dalam kajiannya di Jakarta, Rabu.

Dari mancanegara, sentimen positif berasal dari koreksi harga minyak mentah di tingkat global, yang mana minyak jenis WTI turun 8,86 persen ke level 93,21 dolar AS per barel, sedangkan minyak jenis Brent turun 7,75 persen ke level 101,36 dolar AS per barel pada perdagangan hari ini pukul 17.00 WIB.

Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa AS akan menghentikan sementara upayanya untuk membantu kapal-kapal yang terdampar keluar dari Selat Hormuz untuk memungkinkan pembicaraan ulang dengan Iran.

Pelaku pasar menilai ada sebuah sinyal dari Trump tentang kemajuan menuju potensi kesepakatan dengan Iran, serta jeda sementara dalam operasi maritim yang dipimpin oleh AS di Selat Hormuz dalam upaya mendukung diplomasi.

Selanjutnya, Trump mengatakan berencana untuk membahas situasi Iran dengan Presiden China Xi Jinping selama pertemuan puncak pada 14-15 Mei 2026 mendatang, sebagai upaya untuk membantu meredakan risiko geopolitik yang lebih luas.

Dari dalam negeri, Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menyampaikan strategi untuk menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah, diantaranya mencakup intervensi pasar, penguatan likuiditas, hingga pengetatan pembelian valuta asing (valas).

Adapun, nilai tukar rupiah menguat 37 poin atau 0,21 persen menjadi Rp17.387 per dolar AS pada penutupan perdagangan Rabu (06/05), dari penutupan sebelumnya di level Rp17.424 per dolar AS.

Dibuka menguat, IHSG betah di teritori positif hingga penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua IHSG masih betah di zona hijau hingga penutupan.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, delapan sektor menguat yaitu dipimpin transportasi & logistik yang naik sebesar 2,02 persen, diikuti oleh sektor barang baku dan sektor barang konsumen primer yang naik masing-masing sebesar 1,67 persen dan 1,28 persen.

Sedangkan tiga sektor melemah yaitu sektor keuangan turun paling dalam sebesar 0,90 persen, diikuti oleh sektor kesehatan dan sektor energi yang turun masing-masing sebesar 0,65 persen dan 0,31 persen

Adapun saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu DEFI, RICY, PYFA, ABDA dan HALO. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni YPAS, BOBA, PIPA, ASLI dan CASA.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 2.479.250 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 37,07 miliar lembar saham senilai Rp17,71 triliun. Sebanyak 341 saham naik, 290 saham menurun, dan 186 tidak bergerak nilainya.

Bursa saham regional Asia sore ini antara lain Indeks Nikkei menguat 228,20 poin atau 0,38 persen ke 59.513,12, indeks Shanghai menguat 48,01 atau 1,17 persen ke 4.160,17, indeks Hang Seng menguat 315,17 poin atau 1,22 persen ke posisi 26.213,78, dan indeks Straits Times menguat 6,77 poin atau 0,14 persen ke posisi 4.927,38.

Baca juga: IHSG menguat, ikuti bursa kawasan Asia dan global

Baca juga: IHSG Rabu pagi dibuka menguat 29,23 poin

Pewarta: Muhammad Heriyanto
Editor: Ahmad Wijaya
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Baca Artikel Selengkapnya