Bappenas: Pembangunan harus bertumpu perencanaan yang sistematis

58 menit yang lalu 1
Dalam pembangunan, pertumbuhan ekonomi bukanlah tujuan akhir, namun merupakan alat untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat

Jakarta (ANTARA) - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Rachmat Pambudy menegaskan bahwa pembangunan harus bertumpu pada perencanaan dan penganggaran yang sistematis, terukur, dan terintegrasi.

“Dalam pembangunan, pertumbuhan ekonomi bukanlah tujuan akhir, namun merupakan alat untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu, pertumbuhan harus inklusif, dan berkelanjutan,” katanya saat membuka Kick Off Meeting Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional (Musrenbangnas) Tahun 2026, dari keterangan resmi, Jakarta, Rabu.

Bappenas tengah mengawali proses penyusunan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Tahun 2027 sebagai acuan bagi kementerian/lembaga/daerah dalam menyusun program pembangunan, sekaligus menjadi dasar penyusunan Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (RAPBN) Tahun 2027.

RKP Tahun 2027 mengusung tema “Akselerasi Pertumbuhan Berkualitas melalui Produktivitas, Investasi, dan Industri”.

Sebagai forum perencanaan pembangunan nasional yang mempertemukan pemerintah pusat dan daerah, Musrenbangnas Tahun 2026 memiliki tiga peran strategis.

Pertama ialah sebagai forum untuk menyepakati arah kebijakan, sasaran, prioritas, dan fokus pembangunan tahun 2027 sebagai acuan bersama dalam penajaman dokumen perencanaan di tingkat pusat dan daerah.

Kedua, memastikan agenda prioritas Presiden dan kebijakan pembangunan nasional dapat diterjemahkan secara selaras ke dalam program, kegiatan, dan intervensi pembangunan daerah dengan dukungan komitmen kuat dari seluruh pemangku kepentingan.

Terakhir adalah memperkuat sinergi pusat dan daerah dalam pelaksanaan pembangunan dari sisi substansi, lokus prioritas, maupun dukungan pendanaan, sehingga target pembangunan tahun 2027 dapat dicapai secara lebih efektif, terpadu, dan tepat sasaran.

Pemerintah menetapkan tahun 2027 sebagai fase akselerasi pertumbuhan, dengan target pertumbuhan ekonomi pada kisaran 6,3–7,5 persen sebagai jembatan menuju pertumbuhan ekonomi 8 persen di 2029.

Untuk mencapai target tersebut, prioritas RKP 2027 difokuskan pada tiga subtema utama, yaitu produktivitas, investasi, dan industri sebagai penggerak pertumbuhan berkualitas.

Lebih lanjut, Deputi Bidang Pembangunan Kewilayahan Kementerian PPN/Bappenas Medrilzam mengharapkan seluruh pihak dapat menajamkan lokus prioritas dengan menentukan lokasi dan jenis intervensi secara tepat. “Mulai tahun ini, perencanaan dilakukan secara lebih rinci karena data yang terperinci akan menentukan kejelasan proses ke depan,” ujar dia.

Baca juga: Bappenas tekankan pembangunan ekosistem logistik yang terintegrasi

Baca juga: Bappenas: JDI dengan Airbus perkuat industri kedirgantaraan Indonesia

Pewarta: M Baqir Idrus Alatas
Editor: Ahmad Wijaya
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Baca Artikel Selengkapnya