BI Kalbar perkuat digitalisasi sistem pembayaran QRIS di perbatasan

6 jam yang lalu 12

Pontianak (ANTARA) - Bank Indonesia (BI) Provinsi Kalimantan Barat memperkuat digitalisasi sistem pembayaran di kawasan perbatasan Indonesia-Malaysia melalui perluasan penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS).

"Penguatan digitalisasi keuangan tersebut termasuk QRIS Cross Border, untuk mendukung transaksi lintas negara yang lebih mudah, aman, dan efisien bagi masyarakat maupun pelaku usaha," kata Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Barat Reynaldi Akbar Ariesha di Pontianak, Senin.

Upaya tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Layanan Perbankan Nusantara (LENTERA) Batas Negeri 2026 yang berlangsung di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Entikong, Kabupaten Sanggau.

Program tersebut merupakan sinergi Bank Indonesia bersama pemerintah daerah, perbankan, instansi vertikal, dan berbagai pemangku kepentingan dalam memperkuat layanan kebanksentralan di wilayah perbatasan.

Baca juga: Bedah rumah di kawasan perbatasan adalah wujud keadilan pembangunan

Reynaldi Akbar Ariesha mengatakan kawasan perbatasan memiliki posisi strategis sebagai pintu gerbang aktivitas ekonomi lintas negara sehingga memerlukan dukungan sistem pembayaran yang modern serta inklusif.

Selain memperkuat penggunaan Rupiah sebagai simbol kedaulatan negara, Bank Indonesia juga terus memperluas akseptasi pembayaran digital melalui QRIS dan QRIS Cross Border agar masyarakat serta pelaku usaha dapat melakukan transaksi secara lebih praktis, termasuk dalam aktivitas ekonomi antara Indonesia dan Malaysia.

Hingga Mei 2026, jumlah merchant QRIS di Kalimantan Barat telah mencapai lebih dari 539 ribu merchant dengan mayoritas merupakan pelaku usaha mikro. Capaian tersebut menunjukkan semakin luasnya adopsi sistem pembayaran digital sebagai sarana transaksi yang cepat, aman, dan efisien.

"Melalui edukasi QRIS Cross Border, kami berharap transaksi ekonomi di kawasan perbatasan dapat berlangsung semakin mudah dan terintegrasi sehingga mampu mendorong aktivitas perdagangan serta meningkatkan daya saing pelaku UMKM (usaha mikro, kecil dan menengah)," katanya.

Pewarta: Rendra Oxtora
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Baca Artikel Selengkapnya