Ulah Buruk Turis Israel di Thailand, Klaim Wilayah hingga Cari Perkara

3 jam yang lalu 1

Jakarta, CNN Indonesia --

Ratusan demonstran berunjuk rasa di depan Kedutaan Besar Israel di Bangkok, Thailand, Kamis (10/9). Mereka mengecam perilaku turis Israel dan menyatakan bahwa negara mereka "tidak untuk dijual".

Slogan itu jadi bagian dari kampanye yang disebut "Rebut Kembali Thailand".

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Demo ini dipicu oleh ulah turis Israel yang berkonflik dengan warga lokal hingga mengancam akan membunuh. Ini gara-gara warga lokal memasang slogan "free Palestine".

Bukan hanya itu, demonstrasi yang diselenggarakan oleh mantan taipan media Sondhi Limthongkul ini menyusul serangkaian insiden yang melibatkan turis Israel yang dituduh mengganggu penduduk dan tidak menghormati adat istiadat setempat.

Bisnis ilegal, klaim wilayah Israel, sampai berhubungan intim di ruang publik

Ternyata, ulah warga Israel yang membuat warga Thailand geram sudah berlangsung lama dan bermacam-macam. Mereka misalnya, dituduh memiliki tanah secara ilegal, menjalankan bisnis ilegal, serta mendirikan tempat ibadah tanpa izin yang sah dari pihak berwenang.

Bahkan sejumlah insiden yang melibatkan turis Israel telah menjadi berita utama di Thailand dalam beberapa tahun terakhir, khususnya setelah pecahnya perang Israel di Gaza pada Oktober 2023.

Pada Juli, misalnya, Kementerian Dalam Negeri Thailand memperluas penyelidikannya terhadap bisnis asing setelah seorang turis Israel menantang para pejabat selama inspeksi di sebuah Rumah Chabad Yahudi dengan mengatakan: "Apakah kalian tidak tahu ini adalah wilayah Israel?"

Pernyataan tersebut, yang diberitakan secara luas pada saat itu, memicu tanggapan dari menteri dalam negeri negara tersebut.

Pada November 2025, sepasang suami istri asal Israel ditangkap di pulau Koh Phangan setelah difilmkan sedang berhubungan seks di air terjun umum.

Berantem dengan warga lokal pemilik bisnis

Turis Israel juga terekam dalam video sedang bertikai dengan pemilik bisnis terkait tagihan yang belum dibayar, sehingga beberapa bisnis menerapkan kebijakan "tidak menerima warga Israel".

Karena itu para pengunjuk rasa mengangkat tanda-tanda bertuliskan "Selamatkan Thailand" dan "Ini Bukan Tanah Perjanjian", serta plakat yang meminta warga Israel untuk berperilaku baik di negara mereka.

"Keramahtamahan tidak sama dengan penyerahan diri pada eksploitasi, dan kesopanan bukanlah izin terbuka bagi siapa pun untuk bertindak tanpa hukuman di tanah kedaulatan kita," kata Sondhi seperti dikutip media.

"Kesabaran rakyat Thailand telah mencapai batasnya," tambahnya.

Pria berusia 78 tahun itu juga mengirimkan surat kepada kedutaan Israel dan mendesak pemerintah Thailand untuk mengambil tindakan terhadap "budaya penghinaan terhadap tuan rumah mereka [Thailand]", menurut The South China Morning Post .

Thailand telah memanggil duta besar Israel untuk menyampaikan kekhawatiran tentang perilaku wisatawan Israel di negara tersebut.

Wakil Perdana Menteri dan Menteri Luar Negeri Sihasak Phuangketkeow bertemu dengan Duta Besar Israel Alona Fisher-Kamm di Bangkok, di mana menteri tersebut menggarisbawahi kebijakan negara itu mengenai pengunjung asing.

Sihasak mengatakan setelah pertemuan itu bahwa wisatawan dipersilakan untuk mengunjungi Thailand, tetapi itu tidak berarti bahwa "wisatawan dari negara mana pun dapat melakukan apa pun yang mereka inginkan di sini".

Menteri tersebut mengatakan bahwa insiden yang melibatkan wisatawan Isreel telah membuat warga setempat merasa kesal, terutama di provinsi selatan Phuket dan Phang Nga.

(imf/bac)

Baca Artikel Selengkapnya