Sirene Meraung! Iran Balas Bom 85 Situs Militer AS di Bahrain-Kuwait

1 jam yang lalu 2

Jakarta, CNN Indonesia --

Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyatakan pasukan angkatan laut dan udaranya telah melancarkan operasi gabungan menggunakan rudal dan drone yang menargetkan 85 lokasi di "fasilitas militer penting milik Amerika Serikat" di Timur Tengah.

Rentetan serangan gabungan ini merupakan balasan atas serangan udara terbaru AS ke sejumlah wilayah di selatan Iran dekat Selat Hormuz pada Selasa (7/7) malam waktu setempat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dikutip Al Jazeera, IRGC mengatakan serangan tersebut menghantam pangkalan Armada Kelima Angkatan Laut AS di Bahrain serta Pangkalan Udara Ali Al Salem di Kuwait.

Dalam keterangan terpisah, militer Kuwait mengumumkan sedang merespons "serangan rudal dan drone musuh". Kuwait mengimbau masyarakat untuk mematuhi seluruh instruksi keselamatan dan keamanan yang dikeluarkan oleh pihak berwenang.

Dalam sebuah pernyataan dikutip CNN, militer Kuwait menegaskan setiap ledakan yang terdengar di berbagai wilayah negara itu merupakan hasil dari upaya pencegatan yang berhasil.

Selain Kuwait, sirene peringatan serangan udara juga meraung-raung di Bahrain.

Kementerian Dalam Negeri Bahrain mengimbau masyarakat untuk "tetap tenang dan segera menuju tempat aman terdekat".

Dikutip Al Jazeera, IRGC Iran menyebut serangan balasan itu sebagai "respons awal" atas apa yang mereka sebut sebagai pelanggaran gencatan senjata dan Perjanjian Islamabad oleh AS.

Sebab, serangan terbaru AS yang menyasar pangkalan-pangkalan pesisir dan fasilitas nonmiliter di Hormozgan dan Mahshahr pada Selasa malam itu berlangsung kala Teheran dan Washington sedang gencatan senjata. AS dan Iran juga telah meneken nota kesepahaman (MoU) untuk mengakhiri perang di Swiss beberapa pekan terakhir.

IRGC juga menuturkan serangan AS ini berlangsung di tengah prosesi pemakaman pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dan menuduh Washington berusaha mengalihkan perhatian dari "peristiwa bersejarah" tersebut.

Khamenei tewas dalam serangan gabungan AS-Israel pada 28 Februari lalu yang memicu perang dengan Iran pecah hingga hari ini.

(rds)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Baca Artikel Selengkapnya