Kubu Zohran Mamdani Protes The View soal Tuduhan Anti-Semit

1 jam yang lalu 5

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintahan Wali Kota New York City, Zohran Mamdani, dilaporkan memprotes pimpinan ABC News setelah salah seorang pembawa acara The View, Sara Haines, menyebut kandidat legislatif yang didukung kubu Mamdani sebagai "anti-Semit". Perselisihan itu disebut berpotensi memengaruhi hubungan antara pemerintahan kota dengan program bincang-bincang politik tersebut.

Laporan Semafor menyebutkan, protes itu muncul setelah Haines dalam tayangan The View pada 24 Juni mengomentari Darializa Avila Chevalier, salah satu kandidat Kongres yang didukung Mamdani. Haines mengaitkan Chevalier dengan aksi demonstrasi anti-Israel yang berlangsung pada 8 Oktober 2023, sehari setelah serangan Hamas ke Israel.

"Saya akan terus terang menyebutnya seorang anti-Semit," kata Haines dalam acara tersebut, yang juga dilaporkan Foxnews pada Selasa (7/7/2026).

Menurut Semafor, seorang ajudan Mamdani kemudian menyampaikan keberatan kepada para eksekutif ABC. Ajudan itu disebut menilai pernyataan Haines dapat memengaruhi kemungkinan Mamdani maupun para kandidat yang didukungnya untuk tampil dalam program tersebut pada masa mendatang.

Perselisihan itu terjadi setelah pengaruh politik Mamdani menguat dalam pemilihan pendahuluan Partai Demokrat di New York. Tiga kandidat yang didukungnya, yakni Brad Lander, Claire Valdez, dan Darializa Avila Chevalier, berhasil memenangkan pemilihan pendahuluan dan mengalahkan kandidat lain dari kubu Demokrat.

Semafor juga melaporkan bahwa tim Mamdani sempat menawarkan agar The View mengundang kandidat sosialis yang didukungnya, namun tawaran tersebut ditolak.

Hingga laporan itu diterbitkan, Kantor Wali Kota New York City belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar. Pihak ABC maupun The View juga belum memberikan pernyataan resmi.

Di sisi lain, Chevalier sebelumnya juga menjadi sorotan karena sejumlah unggahan lama di media sosial yang kemudian dihapus. Menurut laporan CNN, akun media sosial yang pernah dikelolanya memuat dukungan terhadap komunisme dan pemikiran Marxis, menyebut karya Karl Marx sebagai "bacaan wajib", serta mengutip pernyataan Assata Shakur, seorang buronan yang divonis bersalah atas pembunuhan seorang polisi di Amerika Serikat.

Baca Artikel Selengkapnya