Serangan Israel di Gaza Meningkat, Puluhan Keluarga Kembali Mengungsi

3 jam yang lalu 1

Jakarta, NU Online

Operasi militer Israel di sejumlah wilayah Jalur Gaza kembali meningkat pada Selasa (30/6/2026). Serangan yang meliputi tembakan artileri, penghancuran rumah warga, serta serangan ke kawasan permukiman dilaporkan terjadi di Khan Younis, Rafah, dan Kota Gaza, sehingga memaksa puluhan keluarga mengungsi.


Kantor berita Palestina, WAFA, melaporkan bahwa pasukan Israel melakukan sedikitnya empat operasi penghancuran berskala besar pada dini hari dengan menyasar rumah-rumah warga dan infrastruktur sipil di wilayah timur serta timur laut Khan Younis.


Selain itu, artileri Israel menggempur kawasan barat laut Rafah, sementara kendaraan lapis baja Israel melepaskan tembakan ke arah wilayah timur Khan Younis.


Di Kota Gaza, militer Israel dilaporkan meledakkan sebuah robot yang dipasangi bahan peledak dalam jumlah besar di kawasan permukiman At-Tuffah, bagian timur laut kota. Ledakan tersebut terjadi bersamaan dengan rentetan tembakan dari kendaraan militer serta sejumlah ledakan lain di kawasan Syuja'iyah dan At-Tuffah.


Serangan juga dilaporkan menjangkau wilayah timur Beit Lahia di bagian utara Jalur Gaza, serta kawasan Atatra di barat laut Kota Gaza.


Sumber-sumber medis di Gaza menyebutkan bahwa pada Senin (29/6/2026), sedikitnya delapan warga Palestina, termasuk dua anak, tewas akibat serangan tersebut. Sejumlah warga lainnya juga dilaporkan mengalami luka-luka.


Menurut data otoritas kesehatan di Gaza, sejak pelanggaran gencatan senjata pada Oktober 2025, jumlah korban tewas mencapai 1.045 orang, sedangkan 3.380 lainnya mengalami luka-luka.


Secara keseluruhan, otoritas kesehatan Palestina mencatat jumlah korban akibat operasi militer Israel di Jalur Gaza sejak 7 Oktober 2023 mencapai 73.058 orang meninggal dunia dan 173.488 lainnya mengalami luka-luka.


Situasi kemanusiaan di Jalur Gaza juga terus memburuk akibat kerusakan infrastruktur, terbatasnya layanan kesehatan, serta gelombang pengungsian yang terus berlangsung. Berbagai lembaga internasional sebelumnya berulang kali menyerukan penghentian kekerasan, perlindungan terhadap warga sipil, serta peningkatan akses bantuan kemanusiaan bagi penduduk Gaza.

Baca Artikel Selengkapnya