Serangan AS ke Iran Tewaskan 30 Warga Sipil

1 jam yang lalu 1

Warga berjalan di dekat mural anti-AS di sebuah jalan di Teheran, Iran, pada 9 Juli 2026. AS kembali menyerang Iran setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa gencatan senjata telah

REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN – Lebih dari 30 warga sipil meninggal akibat serangan AS di Iran bagian selatan selama beberapa hari terakhir. Sementara tujuh prajurit Iran gugur akibat serangan di tenggara.

"Seraya menyampaikan belasungkawa dan simpati kepada keluarga yang ditinggalkan, kami mengenang mereka yang telah gugur," ujar  menurut juru bicara pemerintah Iran, Fatemeh Mohajeran  dalam sebuah unggahan di X.

"Pemerintah akan mendampingi rakyat dengan segenap kekuatannya. Iran bagian selatan adalah jantung dari negeri ini."

Serangan AS juga menewaskan tujuh  tentara Iran di wilayah tenggara. Angkatan Darat Iran menyatakan akan merespons serangan terhadap Garnisun Bampour di Iranshahr, seraya menyebutnya sebagai "agresi pengecut".

"Respons tegas akan diberikan atas kejahatan ini pada waktu yang tepat," demikian bunyi pernyataan yang dikutip oleh kantor berita Tasnim.

Sebanyak 13 rudal AS menghantam fasilitas di sebuah kompleks militer di Bampour, menewaskan tujuh personel dari Brigade ke-388 dan melukai beberapa lainnya. Pihak militer menyatakan bahwa "langkah-langkah pertahanan pasif" telah membatasi jumlah korban.

Serangan AS tersebut "bertujuan menimbulkan korban jiwa sebanyak mungkin" dengan menyasar wisma tamu, pos penjagaan, dan fasilitas akomodasi di pangkalan tersebut.

Menurut kantor berita resmi IRNA, Gubernur Bushehr Mohammad Mozafari menyatakan bahwa proyektil AS yang jatuh di kota tersebut pada pagi hari tidak menimbulkan korban jiwa.

Ia mengatakan bahwa pasukan AS menghantam empat lokasi di kota pelabuhan di wilayah barat itu pada hari Selasa. "Tim penyelamat saat ini bersiaga, dan situasi di kota tersebut tetap tenang," ujar gubernur kepada kantor berita itu.

Baca Artikel Selengkapnya