REPUBLIKA.CO.ID, GAZA – Empat anggota satu keluarga, termasuk seorang wanita dan anaknya, syahid pada Rabu dini hari akibat serangan helikopter Israel yang menyasar sebuah rumah di Deir al-Balah, wilayah tengah Jalur Gaza.Sementara itu, serangan artileri dan serangan lainnya terus berlanjut di berbagai wilayah di Jalur Gaza.
Kantor berita WAFA mangutip sumber medis mengidentifikasi para korban sebagai Omar Sami Ahmed Abu Qassem (33 tahun), istrinya Asmaa Ghazi Abu Qassem, dan putri mereka Habiba Omar Sami Abu Qassem (6 tahun), setelah rumah mereka menjadi sasaran langsung serangan.
Di wilayah tengah Jalur Gaza, artileri Israel menembaki area di sebelah timur laut kamp pengungsi al-Bureij, sementara serangan artileri terus berlangsung di sekitar kamp tersebut.
Di wilayah selatan Jalur Gaza, pasukan Israel melakukan operasi penghancuran besar-besaran di kawasan Qizan al-Najjar, sebelah selatan Khan Younis. Secara bersamaan, pesawat nirawak (drone) Israel menjatuhkan bom di dekat bundaran Bani Suheila di sebelah timur kota tersebut, dan tank-tank Israel melancarkan tembakan gencar ke arah wilayah timur.
Lingkungan Shuja'iyya di bagian timur Kota Gaza juga menjadi sasaran serangan artileri, sebagai bagian dari rangkaian serangan yang menyasar berbagai wilayah di Jalur Gaza, di tengah operasi militer Israel yang sedang berlangsung serta eskalasi pemboman terhadap kawasan permukiman.
Sebelumnya, setidaknya delapan warga Palestina—termasuk kepala kantor polisi kamp pengungsi Jabaliya—syahid pada Selasa setelah serangan udara Israel menghantam sebuah pos polisi di Gaza utara. Serangan tersebut mengenai pos polisi di kawasan Al-Falouja, sebelah barat kamp pengungsi Jabaliya, lokasi di mana warga sipil dan personel polisi sedang berada.
Kementerian Dalam Negeri Gaza mengidentifikasi salah satu syuhada sebagai Kolonel Mohammed Marwan Salem, kepala kantor polisi Jabaliya; ia gugur bersama sejumlah petugas dan personel polisi saat sedang menjalankan tugas. Sumber medis menyatakan bahwa jumlah korban tewas akibat serangan itu mencapai delapan orang, termasuk seorang perempuan, sementara beberapa orang lainnya mengalami luka-luka.
Di antara korban luka terdapat warga sipil yang sedang mengunjungi kantor polisi serta perempuan yang sedang melintas di dekat lokasi saat serangan terjadi. Para saksi mata mengatakan kepada Anadolu bahwa sebuah pesawat nirawak (drone) Israel menghantam pos polisi tersebut di kawasan yang dipadati tenda-tenda pengungsian warga Palestina serta pusat evakuasi sementara.
Serangan tersebut terjadi saat pasukan Israel terus melancarkan operasi militer di seluruh Jalur Gaza, meskipun gencatan senjata telah diberlakukan sejak 10 Oktober 2025. Sebelumnya pada hari Selasa, seorang warga Palestina tewas dan tiga lainnya terluka ketika sebuah pesawat nirawak (drone) Israel menghantam tenda tempat berlindung keluarga-keluarga pengungsi di dekat kawasan Menara Tayba, sebelah barat Khan Yunis.

1 jam yang lalu
2







English (US) ·
Indonesian (ID) ·