REPUBLIKA.CO.ID, RIYADH — Pemerintah Kerajaan Arab Saudi mengecam langkah Pemerintah Kolombia membuka kedutaan besarnya untuk Israel di Yerusalem. Hal itu karena Yerusalem merupakan wilayah yang masih diduduki oleh Israel.
“Kementerian Luar Negeri (Kemlu) menyatakan kecaman dan penolakan oleh Kerajaan Arab Saudi atas langkah pemerintah Kolombia untuk membuka 'kedutaan besar' di kota Yerusalem yang diduduki," kata Kemlu Arab Saudi dalam sebuah pernyataan pada Rabu (14/10/2026), dikutip laman Al Arabiya.
Saudi menyebut langkah Kolombia membuka kedutaan besarnya untuk Israel merupakan pelanggaran terang-terangan terhadap hukum internasional dan keputusan relevansi internasional yang sah. Hal itu pun dinilai membahayakan status hukum dan sejarah Yerusalem.
"Kerajaan menegaskan kembali seruannya kepada komunitas internasional, termasuk Dewan Keamanan dan semua pihak yang berkepentingan, untuk memikul tanggung jawab hukum dan etika mereka dan bergerak cepat untuk menghentikan kebijakan ilegal Israel yang bertujuan untuk memaksakan realitas baru dengan paksa dan merusak peluang untuk membangun perdamaian yang adil dan abadi,” kata Kemlu Saudi.
Pemerintah Kolombia telah secara resmi membuka kedutaan besarnya untuk Israel di Yerusalem pada Rabu. Negara Amerika Latin ini menjadi bagian dari beberapa negara yang sebelumnya sudah lebih dulu mengambil langkah demikian.
Amerika Serikat (AS) merupakan negara pertama yang membuka kedutaan besarnya untuk Israel pada 2018. Langkah tersebut diambil setelah Washington secara resmi mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel pada 2017. AS pun menjadi negara pertama yang mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.
Setelah pengakuan tersebut, Palestina memutuskan mundur dari negosiasi perdamaian dengan Israel yang dimediasi AS. Palestina menilai AS tidak menjadi mediator yang netral karena terbukti membela kepentingan politik Israel.
Israel mulai menduduki Yerusalem sejak berakhirnya Perang Enam Hari pada 1967. Yerusalem menjadi salah satu isu dalam negosiasi perdamaian Israel-Palestina. Hal itu karena Palestina menghendaki Yerusalem Timur menjadi ibu kota masa depan mereka.

1 minggu yang lalu
12





English (US) ·
Indonesian (ID) ·