RI-Singapura Buat Satgas Selidiki dan Hukum Perusahaan Biang Karhutla

44 menit yang lalu 4

Jakarta, CNN Indonesia --

Indonesia dan Singapura sepakat berencana membentuk satuan tagas (Satgas) kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah di negara ini.

Pernyataan itu disampaikan Menteri Luar Negeri Arrmanatha Nasir (Tata) dan Menlu Vivian Balakrishnan saat konferensi pers bersama usai menggelar pertemuan di Gedung Pancasila Kemlu, Jakarta, Selasa (27/10).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tata mengatakan Indonesia dan Singapura berkomitmen untuk menyeret pihak yang bertanggung jawab terkait karhutla ke pengadilan.

"Asap dapat melintasi batas negara, begitu pula dengan aliran uang. Oleh karena itu, kita harus menelusuri jejak keuangan yang ditinggalkan oleh perusahaan-perusahaan tersebut," kata dia.

Singapura, lanjut Tata, telah menawarkan berbagi data mengenai perusahaan-perusahaan terkait dengan kebakaran hutan. Indonesia menyambut baik tawaran ini sebagai peluang yang sangat berharga.

"Dalam konteks ini, kami mendiskusikan pembentukan gugus tugas bersama untuk memperkuat tanggung jawab dunia usaha," kata dia.

Gugus tugas ini akan mengintegrasikan pertukaran informasi, intelijen keuangan, dan pengumpulan bukti lintas negara, serta-jika memungkinkan-upaya pemulihan aset.

Tata juga menegaskan yak boleh ada batas negara yang bisa melindungi pihak-pihak yang mengambil keuntungan dari pembakaran hutan Indonesia.

"Kerja sama ini merupakan langkah awal. Kami berharap langkah ini juga dapat membuka jalan untuk mengatasi tantangan bersama lainnya, seperti under-invoicing (manipulasi nilai faktur)," ujar dia.

Praktik semacam ini menguras pendapatan negara yang seharusnya bisa digunakan untuk membangun sekolah, rumah sakit, serta mendukung ketahanan pangan bagi rakyat.

Apa kata Menlu Singapura?

Sementara itu, Menlu Vivian mengatakan Singapura setuju terkait usul satgas tersebut.

"Pak Tata mengusulkan pembentukan Gugus Tugas Bersama (Joint Task Force). Singapura menyetujuinya," kata Vivian.

"Dan melalui langkah ini, kami menegaskan kepada semua perusahaan bahwa Gugus Tugas Bersama tersebut akan memastikan koordinasi tindakan yang sangat erat serta pertukaran informasi antara Indonesia dan Singapura." imbuh dia.

Vivian berharap kehadiran dan peran Satgas tersebut bisa memberikan efek jera yang membawa perubahan nyata.

"Saya bersama Tata sepakat akan mengambil langkah terhadap perusahaan-perusahaan yang bertanggung jawab terkait karhutla, termasuk mereka yang terdaftar di Singapura," kata Vivian.

"Saya juga memastikan kepada Anda bahwa kami (Singapura) akan mengerahkan seluruh regulasi dan hukum, bahkan kami tengah memperkuat penggunaan jalur hukum, regulasi, dan ekonomi yang lebih luas lagi demi mencegah perusahaan-perusahaan ini melanggar lagi di masa depan," paparnya menambahkan.

Kebakaran hutan dan lahan melanda sejumlah wilayah di Indonesia dan memicu kabut asap di sejumlah negara termasuk Singapura.

Indonesia telah mengerahkan berbagai upaya untuk memadamkan api mulai dari mengirim ribuan personel, water bombing, hingga melakukan operasi modifikasi cuaca (OMC).

(isa/rds)

Baca Artikel Selengkapnya