REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Rusia kini memproduksi rudal balistik dalam jumlah yang melampaui kapasitas produksi rudal pencegat Patriot PAC-3 Amerika Serikat. Ketimpangan tersebut memunculkan kekhawatiran baru mengenai kemampuan Ukraina mempertahankan ruang udaranya menjelang musim dingin, ketika Moskow diperkirakan kembali melancarkan serangan besar-besaran terhadap infrastruktur energi negara itu.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyatakan negaranya membutuhkan sedikitnya 300 rudal pencegat Patriot PAC-3 untuk menghadapi gelombang serangan Rusia pada musim dingin mendatang. Permintaan itu disampaikan dalam pertemuan dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang berlangsung di sela agenda menghadiri pemakaman Senator Lindsey Graham.
Kedua pemimpin menggambarkan pertemuan tersebut berlangsung produktif. Salah satu pokok pembahasannya adalah upaya mempercepat penguatan sistem pertahanan udara Ukraina di tengah meningkatnya intensitas serangan rudal Rusia.
Ancaman tersebut dinilai semakin nyata mengingat Rusia dalam beberapa tahun terakhir berulang kali menjadikan jaringan listrik, pembangkit energi, dan infrastruktur vital Ukraina sebagai sasaran utama serangan ketika musim dingin tiba. Serangan terhadap fasilitas energi bukan hanya mengganggu pasokan listrik, tetapi juga mempersulit jutaan warga memperoleh pemanas pada suhu yang dapat turun jauh di bawah titik beku.
Dalam KTT NATO di Ankara sebelumnya, Trump mengatakan Amerika Serikat bersedia memberikan lisensi kepada Ukraina untuk memproduksi rudal pencegat Patriot secara mandiri.
"Dengan begitu, Anda tidak bisa mengeluh bahwa kami tidak memberi cukup. Saya katakan, buat sendiri saja," ujar Trump.
Rencana tersebut disambut positif oleh sebagian kalangan di Amerika Serikat. Peneliti senior Hudson Institute, Luke Coffey, menilai industri pertahanan Ukraina telah membuktikan kemampuannya berinovasi di tengah perang sehingga dinilai mampu memproduksi rudal Patriot apabila memperoleh lisensi resmi, sebagaimana diberitakan National Security Journal pada Kamis (30/7/2026).
Produksi rudal tersebut juga dipandang berpotensi menjadi aset strategis bagi Ukraina setelah perang berakhir. Tingginya permintaan dunia terhadap rudal Patriot diperkirakan dapat membuka sumber pendapatan baru bagi industri pertahanan Ukraina sekaligus membantu proses rekonstruksi ekonomi pascaperang.
Namun, berbagai kalangan menilai rencana tersebut jauh lebih rumit daripada sekadar memberikan izin produksi.

2 jam yang lalu
2







English (US) ·
Indonesian (ID) ·