Jakarta, CNN Indonesia --
Iran disebut akan membuka Selat Hormuz, rute perdagangan minyak global yang diblokade sejak Teheran berperang dengan Amerika Serikat pada Februari lalu.
Teheran disebut bakal membuka jalur strategis itu dalam tujuh hari namun dengan syarat. Salah satu pejabat Iran menyampaikan informasi tersebut ke media lokal Jepang Kyodo News.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Iran sudah menawarkan untuk membuka Selat Hormuz dalam tujuh hari jika Amerika Serikat mengambil inisiatif awal untuk mengurangi tekanan militer," kata dia ke media tersebut dikutip Anadolu Agency, Selasa (22/9).
Proposal itu, lanjut dia, sudah diajukan ke Washington melalui mediator.
"[Proposal] tersebut menyerukan dimulainya kembali pembicaraan yang bertujuan mengakhiri permusuhan antara kedua negara secara permanen," ungkap pejabat itu.
Dia mengatakan ada kemungkinan menuju kesepakatan tetapi membantah potensi pertemuan Presiden Iran Masoud Pezeshkian dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump di sela Sidang Majelis Umum PBB.
Selat Hormuz masih ditutup imbas perang yang dimulai AS dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari. Penutupan ini berimbas ke kenaikan harga bakar minyak dan suplai yang terganggu.
Hingga saat ini, perang AS vs Iran masih berlangsung. Mereka kerap saling gempur terutama di sekitar Selat Hormuz.
Kedua negara padahal sudah sempat sepakat gencatan senjata dan meneken nota kesepahaman (MoU) untuk mengakhiri perang. Namun. AS berulang kali melanggar kesepakatan itu.
(isa/rds/bac/isa)

53 menit yang lalu
3






English (US) ·
Indonesian (ID) ·