RUPST Temas setujui bagikan dividen Rp228 miliar

1 minggu yang lalu 14
Kualitas layanan dan keselamatan armada tetap menjadi prioritas perseroan mengacu pada standar industri pelayaran nasional maupun internasional

Jakarta (ANTARA) - Perusahaan jasa transportasi laut PT Temas Tbk (TMAS) dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) menyepakati pembagian dividen sebesar Rp228 miliar untuk tahun buku 2025.

Dividen perseroan setara Rp4 per lembar saham atau sekitar 40 persen dari laba bersih yang sebesar Rp553 miliar untuk tahun buku 2025.

“Untuk tahun buku 2025, besaran dividen telah mendapat persetujuan,” ujar Direktur Utama TMAS Ricky Effendi dalam Paparan Publik usai penyelenggaraan RUPST di Jakarta, Selasa.

Ricky mengatakan perseroan optimistis dalam meneruskan pilar strategi yang telah dicanangkan untuk tahun 2026, dengan berbagai langkah strategis seperti penambahan/peremajaan armada baru dan pengembangan kapal ramah lingkungan akan terus dilanjutkan.

Selama 2025, perseroan telah menambah netto sebanyak tujuh kapal baru, yang mendorong peningkatan kapasitas angkutan sebesar 17 persen, sehingga armada kini mencapai 57 unit kapal dengan kapasitas angkut 28.542 TEUs dan bobot mati 464.701 DWT.

“Selain itu, rata-rata usia kapal juga semakin membaik, dari 15 tahun pada 2023 menjadi 14 tahun pada 2024 dan turun menjadi 13 tahun pada 2025,” ujar Ricky.

Dalam kesempatan sama, Direktur Business Development TMAS Ganny Zheng memastikan perseroan akan terus terus memperkuat ekspansi bisnis di tengah pertumbuhan industri angkutan kontainer nasional.

Untuk mendukung pengembangan kapasitas operasional, perseroan menyiapkan anggaran belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp2,5 triliun pada tahun 2026.

“Sebagian besar capex akan dialokasikan untuk pembelian kapal baru guna meningkatkan kapasitas angkutan, peremajaan armada, pengadaan alat penunjang kegiatan pelabuhan, serta pembangunan infrastruktur pelabuhan,” ujar Ganny.

Memasuki tahun 2026, perseroan berkomitmen melanjutkan ekspansi armada sebagai bagian dari strategi skalabilitas operasional, dengan fokus utama meningkatkan kapasitas layanan sekaligus menjaga efisiensi dan daya saing perusahaan.

“Perseroan juga tengah mempersiapkan operasional pabrik LNG yang ditargetkan mulai beroperasi pada semester II-2026. Selain itu, kami terus memperluas layanan logistik terintegrasi serta melanjutkan kerja sama BOT dengan PT Pelindo Terminal Petikemas untuk perluasan dermaga di Tanjung Priok dari 340 meter menjadi 485 meter sebagai fondasi kapasitas jangka panjang,” ujar Ganny.

Untuk tahun 2026, perseroan menargetkan pendapatan jasa sebesar Rp5,53 triliun atau tumbuh lebih dari 27 persen dibandingkan realisasi pendapatan tahun 2025 yang mencapai Rp4,34 triliun.

Untuk mendukung target tersebut, perseroan akan mengoptimalkan ekspansi kapasitas yang telah dijalankan bertransformasi menjadi mesin-mesin pertumbuhan, salah satunya dengan pembukaan rute baru dan meningkatkan load factor setiap kapal.

“Kualitas layanan dan keselamatan armada tetap menjadi prioritas perseroan mengacu pada standar industri pelayaran nasional maupun internasional,” ujar Ganny.

Terkait perkembangan geopolitik global, Ganny memastikan perseroan tetap mawas diri dan senantiasa akan terus mencermati, termasuk ketegangan di kawasan Timur Tengah.

Meski konflik tersebut tidak berdampak langsung terhadap bisnis perseroan, namun kondisi geopolitik internasional menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi volatilitas harga bahan bakar dan dinamika rantai pasok global.

Pada tahun 2025, TMAS mencatatkan total pendapatan jasa sebesar Rp4,34 triliun, dengan laba bersih tercatat sebesar Rp553 miliar.

Total aset perseroan tercatat meningkat menjadi Rp5,29 triliun pada akhir 2025, yang mencerminkan solidnya posisi keuangan Perseroan dan besarnya potensi pertumbuhan ke depan.

Baca juga: Pelindo Petikemas setor Rp1,73 triliun ke negara sepanjang 2025

Baca juga: IPC TPK catat pertumbuhan positif pada awal triwulan II 2026

Baca juga: Angkutan Petikemas KAI Tumbuh 21,75% pada Januari–April 2026

Pewarta: Muhammad Heriyanto
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Baca Artikel Selengkapnya