Rupiah menguat dipengaruhi efek bank sentral tahan BI-Rate

40 menit yang lalu 1
Kebijakan tersebut tetap diarahkan untuk menjaga stabilitas rupiah dan inflasi, sekaligus memberikan dukungan terhadap pertumbuhan ekonomi

Jakarta (ANTARA) - Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada penutupan perdagangan Jumat bergerak menguat 54 poin atau 0,30 persen menjadi Rp17.694 per dolar AS dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp17.748 per dolar AS.

Research and Development Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) Muhammad Amru Syifa menilai rupiah menguat setelah memperoleh dukungan dari keputusan Bank Indonesia (BI) untuk mempertahankan BI-Rate di level 5,75 persen.

“Kebijakan tersebut tetap diarahkan untuk menjaga stabilitas rupiah dan inflasi, sekaligus memberikan dukungan terhadap pertumbuhan ekonomi,” ucapnya kepada ANTARA di Jakarta, Jumat.

Melihat sentimen global, pergerakan rupiah masih dipengaruhi oleh arah dolar AS dan imbal hasil Treasury.

Baca juga: Kurs rupiah dipengaruhi rilis data NPI kuartal II-2026

Dolar AS disebut sempat mengalami tekanan setelah Pemerintah AS mengumumkan peningkatan pembelian kembali obligasi jangka panjang. Namun, tekanan tersebut tidak berlangsung lama karena imbal hasil Treasury kembali meningkat, sementara kekhawatiran mengenai inflasi dan kondisi fiskal AS masih menjadi perhatian investor.

“Risalah Federal Open Market Committee (FOMC) juga menunjukkan adanya perbedaan pandangan di antara pejabat The Fed mengenai arah suku bunga, sehingga prospek kebijakan moneter AS masih menjadi perhatian pasar,” ungkap Amru.

Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada hari ini juga bergerak menguat di level Rp17.705 per dolar AS dari sebelumnya Rp17.779 per dolar AS.

Baca juga: Rupiah pada Jumat pagi bergerak datar tetap Rp17.748 per dolar AS

Baca juga: Rupiah bergerak menguat seiring keputusan BI tahan suku bunga acuan

Baca juga: Rupiah pada Rabu pagi menguat jadi Rp17.860 per dolar AS

Pewarta: M Baqir Idrus Alatas
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Baca Artikel Selengkapnya