Rudal Iran Hantam 2 Tanker Minyak UEA di Selat Hormuz, Satu Awak Tewas

2 jam yang lalu 4

Jakarta, CNN Indonesia --

Uni Emirat Arab menyatakan serangan rudal Iran terhadap dua kapal tanker mereka di Selat Hormuz, telah menewaskan satu awak kapal dan melukai delapan orang lainnya.

Serangan tersebut terjadi usai Amerika Serikat melancarkan serangan baru terhadap Teheran pekan ini, yang menandai eskalasi baru dalam ketegangan di Timur Tengah. UEA merupakan negara kaya minyak sekutu utama AS di kawasan tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kementerian Pertahanan mengumumkan bahwa kapal tnker nasional Mombasa dan Al Bahiyah menjadi sasaran dua rudal jelajah Iran, saat melintasi jalur pelayaran Selat Hormuz di dalam perairan teritorial Oman," tulis pernyataan Kemhan UEA di X.

Diberitakan AFP, Kemhan UEA mengatakan serangan itu menewaskan satu awak kapal seorang warga negara India, dan melukai delapan orang di mana empat di antaranya mengalami luka serius.

Serangan juga memicu kebakaran di dua kapal tanker yang menyebabkan kerusakan, namun berhasil dikendalikan.

"Kementerian Pertahanan mengutuk serangan terang-terangan ini, menggambarkannya sebagai pelanggaran berat dan nyata terhadap hukum internasional yang mengancam keamanan dan stabilitas regional," lanjut pernyataan itu.

Saling serang kembali pecah di Selat Hormuz dan negara-negara Teluk pekan ini, usai Iran membalas serangan AS. Sejumlah negara Arab di kawasan yang menjadi pangkalan militer dan komando Amerika Serikat, menjadi target gempuran Iran.

Presiden Donald Trump juga telah mengancam bahwa militer AS akan menyerang Iran lebih keras pekan ini, yang diklaim untuk melemahkan kemampuan Teheran menyerang kapal sipil dan komersil di perairan strategis itu.

Dia bahkan mengeklaim AS sebagai pelindung di Selat Hormuz, dan menuntut negara-negara lain untuk membayar.

"Kita akan menjaganya. Kita akan dibayar untuk menjaganya, banyak uang. Kita ingin mendapatkan penggantian biaya karena telah membahayakan rakyat kita," kata Trump kepada Fox News.

(dna)

Add as a preferred
source on Google
Baca Artikel Selengkapnya