Timur Tengah Panas! Houthi Yaman Tembak Rudal ke Arab Saudi

2 jam yang lalu 3

Jakarta, CNN Indonesia --

Milisi Houthi di Yaman menembakkan rudal ke Arab Saudi, usai menuduh Saudi mengebom landasan pacu Bandara Internasional Sanaa yang berada di bawah kendali Houthi pada Senin (13/6).

Juru bicara militer Houthi, Yahya Saree, mengatakan mereka menargetkan bandara internasional di Abha, Arab Saudi, ibu kota wilayah pegunungan selatan yang berbatasan dengan Yaman.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Menanggapi agresi kriminal Saudi ini, Angkatan Bersenjata Yaman melakukan operasi militer yang menargetkan Bandara Internasional Abha, menggunakan sejumlah rudal balistik dan kendaraan udara tak berawak," kata Yahya Saree dalam pernyataan video, dikutip AFP.

Serangan ini adalah yang pertama diklaim oleh Houthi terhadap Arab Saudi, sejak gencatan senjata informal mulai berlaku pada Maret 2022 lalu usai serangan Houthi terhadap infrastruktur energi saudi.

Houthi menyebut serangan terbaru ini sebagai agresi terang-terangan, dan menyatakan serangan tersebut telah mengakhiri periode de-eskalasi. Mereka juga memperingatkan maskapai penerbangan untuk tidak terbang di wilayah udara Saudi, sampai "pengepungan" di bandara Sanaa dicabut.

Serangan terhadap Bandara Sanaa telah diakui oleh Pemerintah Yaman yang diakui secara internasional, yang didukung kuat oleh Saudi.

Kementerian Pertahanan pemerintah Yaman mengaku landasan pacu di Bandara Internasional Sanaa telah menjadi target serangan, untuk mencegah pesawat Iran yang membawa delegasi Houthi kembali dari pemakaman Ayatollah Ali Khamenei mendarat dan melanggar kedaulatan.

Houthi menuduh Saudi menyerang pesawat Iran yang mendarat di Sanaa kemudian lepas landas membawa delegasi Houthi. Para pemberontak kemudian mengancam akan menyerang bandara-bandara Saudi dan aset-aset vital, jika Riyadh melanggar wilayah udaranya atau mencoba menyerangnya lagi.

Serangan terbaru ini dikhawatirkan akan memicu kembali konflik di perbatasan selatan Arab Saudi. Kantor komunikasi pemerintah Saudi sejauh ini belum menanggapi permintaan komentar dari Reuters.

Ibu kota Yaman, Sanaa - dan sebagian besar Yaman utara, termasuk kota pelabuhan Hodeidah di pantai barat Laut Merah, dikendalikan oleh Houthi yang bersekutu dengan Iran.

Sementara pemerintahan resmi yang diakui secara internasional dan didukung oleh Saudi serta negara Teluk, berbasis di Aden di pantai selatan.

Koalisi pimpinan Saudi melakukan intervensi di Yaman pada tahun 2015 setelah Houthi merebut Sanaa dan menggulingkan pemerintah.

Perang tersebut telah menyebabkan pengungsian massal, kerusakan, dan kelaparan, dengan PBB menggambarkan situasi tersebut sebagai salah satu krisis kemanusiaan terparah di dunia.

(dna)

Add as a preferred
source on Google
Baca Artikel Selengkapnya