Jakarta, NU Online
Rabithah Ma’ahid Islamiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (RMI PBNU) berupaya untuk memberikan pendampingan bagi pesantren, tak terkecuali dalam soal infrastruktur. Hal ini dilakukan dengan penyelenggaraan workshop bersama Ikatan Nasional Konsultan Indonesia (Inkindo).
Koordinator Pesantren Inkindo Arif Suhudi mengatakan bahwa pertemuan dengan Inkindo menjadi komitmen awal untuk mendampingi ribuan anggota pesantren. Ia menjelaskan, pendampingan akan diawali dengan fokus pada pembangunan infrastruktur sebelum diperluas ke aspek-aspek lain.
“Pertemuan hari ini sepertinya tindak lanjut dari komitmen Inkindo untuk kami bisa mendampingi bersama-sama ribuan anggota kami. Untuk pesantren, kita awali dengan infrastruktur, kemudian ke aspek-aspek yang lain,” katanya di Gedung PBNU, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta, Kamis (7/5/2026).
Ia juga menjelaskan bahwa pertemuan tersebut merupakan tindak lanjut dari proses pembuatan prototipe yang telah dilakukan sejak akhir tahun lalu di Yogyakarta.
“Sudah kami prototyping untuk 12 pondok pesantren dan alhamdulillah sudah berjalan dengan baik,” katanya.
Ia menegaskan bahwa program pendampingan pesantren ini merupakan langkah awal untuk dieskalasi secara nasional. Upaya tersebut akan segera dijalankan dengan target dapat dinaikkan secepat mungkin.
Sementara itu, Ketua RMI PBNU KH Hodri Ariev menyampaikan bahwa kerja sama tersebut merupakan langkah awal menuju MoU antara Inkindo dengan PBNU dan insyaallah juga dengan pemerintah.
Kiai Hodrie menegaskan bahwa seluruh upaya akan diarahkan sebagai bentuk pendampingan bagi pesantren dengan menekankan pembangunan infrastruktur menuju transformasi nasional.
“Nah, semua akan kita usahakan untuk sebagai bentuk pendampingan bagi pesantren agar bisa relevan dengan perkembangan-perkembangan mutakhir. Cuman memang, untuk langkah pertama, kita akan fokus pada infrastruktur,” katanya.
Tahapan
Dalam kesempatan tersebut, Kiai Hodrie menyampaikan bahwa RMI PBNU memiliki tiga tahap rencana dalam persoalan infrastruktur pesantren. Pertama, pihaknya akan berbicara dengan pesantren sebanyak-banyaknya untuk mengedukasi agar mereka memenuhi standar minimal keselamatan infrastruktur.
Kedua, RMI PBNU akan menyediakan fasilitas yang tidak hanya aman, tetapi juga memadai bagi pesantren. Ketiga, membuat pesantren percontohan dalam menyediakan sarana prasarana yang nyaman dan aman bagi para santri dalam belajar dan mengaji.
"Itu merupakan tahapan yang akan kita lakukan secara khusus dalam pengembangan infrastruktur pesantren," katanya.
Semua hal tersebut dilakukan guna mendukung pesantren agar bisa berkembang lebih baik, lebih maju, dan relevan dengan perkembangan mutakhir, tanpa kehilangan akad tradisi. Artinya, semua yang akan dilakukan di pesantren ya di situ berpijak pada tradisi dan karakteristik pesantren itu sendiri.
"Insyaallah nanti berikutnya kita akan juga masuk ke lima kluster transformasi pesantren termasuk pengasuhan, kemudian kurikulum, sumber daya manusia, dan tata kelola dan kelembagaan,” pungkasnya.
Kontributor: Ahmad Syafiq Sidqi

2 jam yang lalu
1





English (US) ·
Indonesian (ID) ·